Aq suka buku ini, sangat memperlihatkan segala sifat dasar manusia, yang ingin tetap muda, suka uang, dan segala macam jenis kejahatan yang walaupun di masa depan tetap terlihat menggoda.
Cuma...
Bila jurnalisme hidup dengan fakta, maka sastra hidup dalam pikiran. Buku ini membahas bagaimana pikiran tidak pernah bisa mati, kalau pun bisa hanya menghalanginya saja seperti masa orde baru dengan pembredelan pers. Buku ini merupakan satu bagian dari Trilogi Insiden Dili. Bila anda seorang pembaca buku SGA, anda akan menemukan berbagai hubungan antara penciptaan cerpen yang satu dengan yang lainnya. Buku ini mengajak anda untuk menambah wawasan dan membuka lembaran sejarah yang telah ditutup.