Bookoopedia.com, book by your side
 
 
Keranjang Kosong
Sub totalRp.0
 
Search Local Books   
 
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
Beli Voucher Online  
 
 
 
 
 
Jadwal Operasional sehubungan dengan Libur Lebaran
01.09.2010
Sehubungan dengan adanya jadwal libur nasional dalam rangka Hari Raya Lebaran, maka kami umumkan sebegai berikut...
CUCI GUDANG..!!!
26.08.2010
Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
WE LOVE INDONESIA
26.08.2010
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
Gratis Ongkos Kirim
14.08.2010
Bebas Ongkos Kirim ke seluruh wilayah Indonesia. Tanpa syarat apapun.
 
 
 
Kagumku Kepada Sang Maha.

30.08.2010 21:31:08 - Willynia
Kagumku Kepada Sang Maha Karya: Willynia   Nyiur pantai melambai indah Mengantar senja  meninggalkan jingga Ombak berderu kegirangan menyambut...
TUAN LEONOWENS SP DI ANTARA MAESTRO SASTRA DUNIA

30.08.2010 02:40:43 - Inge Putri Darmawansyah
TUAN LEONOWENS SP DI ANTARA MAESTRO SASTRA DUNIA Penulis: Inge Putri Darmawansyah Sungguh saya tidak habis berpikir kepada kedahsyatan tulisan sastrawan dunia Leonowens...
Mahir Pemrograman Web Dengan Adobe Flex

27.08.2010 18:55:16 - Ummu Humairoh
Buku ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman flex yang merupakan sebuah era baru teknologi internet yang kaya dan interaktif. Pembahasan buku ini meliputi pengenalan pemrograman flex beserta contoh...
 
 
Customer Support  
 
 
Jadi fans Bookoopedia.com di Facebook sekarang juga
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world
 
Home » Catalog » Kafka on the Shore : Labirin Asmara Ibu dan Anak » Resensi Pembaca » Kafka on the Shore : Labirin Asmara Ibu dan Anak
Resensi Pembaca

Kafka on the Shore : Labirin Asmara Ibu dan Anak

[140-08-6092]
Oleh: Haruki Murakami
Harga:Rp.69.900

 Rp.69.900

Kafka on the Shore : Labirin Asmara Ibu dan Anak
Oleh: Arimbi

23.06.2009 16:40:30

Resensi ini dimuat di surabaya post, minggu 26 april 09

Judul buku : Kafka on the Shore
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Alvabet Sastra, Jakarta
Cetakan : Pertama, Januari 2008
Tebal buku : 608 halaman
 

SETIAP anak (lelaki), di mata Sigmund Freud memiliki kecenderungan kuat untuk tertarik secara seksual terhadap ibu kandungnya. Ketertarikan itu, anehnya tidak berhenti sampai di situ. Dalam lubuk hatinya, bahkan ia memendam rasa cemburu terhadap sang ayah. Tak salah, jika percikan rasa cemburu itu membuat sang anak ingin membunuh ayahnya agar ia bisa meniduri ibunya.

Kecenderungan seksual itu, dalam teori Freud dikenal dengan istilah Oedipus Complex. Freud juga melihat setiap anak lelaki memiliki kecenderungan sindrum Oedipus Complex, tapi lantaran norma di masyarakat kuat menghalangi, maka keinginan itu tercekat sekadar jadi hasrat (dalam pikiran).

Teori Freud itu, rupanya memikat Haruki Murakami --pengarang kenamaan asal Jepang- untuk kemudian "mengeksplorasinya" lebih jauh dalam bentuk novel yang diberi judul Kafka on the Shore. Jadi, novel Haruki ini tak bisa ditepis merupakan sepenggal kisah tentang sebuah teori.

***

KAFKA on the Shore, menuturkan kisah pengembaraan anak lelaki berusia 15 tahun yang minggat dari rumah. Ia memilih minggat lantaran dikutuk ayahnya setelah sang ayah ditikam dendam pada ibu serta kakaknya yang meninggalkannya saat anak itu berusia 4 tahun. Tak mau ramalan itu jadi kenyataan, maka tepat di hari ulang tahunnya yang kelima belas, anak lelaki itu minggat dari rumah, lalu melanglang buana ke Takamatsu untuk menemui takdir lain. Untuk menghapus jejaknya, ia lalu mengaku bernama Kafka Tamura.

Di kota itu, Kafka menginap di hotel dan mengisi "waktu luang" dengan mengunjungi perpustakan Komura. Setelah jauh dari rumah, dia yakin bisa lepas dari "kutukan". Tetapi suatu hari, ia menjumpai peristiwa aneh. Sepulang dari perpustakaan ia tiba-tiba hilang ingatan. Saat sadar, ia sudah di semak-semak dan tangannya berlumuran darah.

Uniknya, ketika Kafka hilang ingatan itu, ternyata di tempat lain (di Nakano, Tokyo), Nakata (seorang kakek tua yang dikenal bodoh, menjalani hidup dari subsidi kota tetapi bisa berbicara dengan kucing) seperti "menggantikan" kutukan Kafka. Nakata tak bisa mengelak, dan terpaksa membunuh Johnnie Walker --lantaran punya kebiasaan sadis membunuh kucing. Anehnya Walker tidak pernah hidup di dunia. Maka, saat Nakata lapor ke pos polisi, Nakata justru dianggap sebagai orang aneh.

Tapi lebih aneh, dua hari kemudian, Toici Tamura (pematung terkenal) yang tak lain adalah ayah Kafka justru ditemukan mati tertusuk sebilah pisau. Polisi lantas mencari Kafka dan Nakata. Kejadian itu membuat Kafka dan Nakata terseret misteri. Tanpa disadari, Nakata menumpang truk Hoshino ke Takamatsu. Kafka pun terpaksa meninggalkan hotel dan berpindah-pindah tempat, hingga dia bisa tinggal di perpustakaan, setelah Oshima (penjaga perpustakaan) dan Nona Saeki (kepala perpustakaan) mengangkatnya jadi pegawai perpustakaan.

Jalinan cerita kian "absurd" setelah Kafka kenal dekat Nona Saeki. Di matanya Nona Saeki dibebani kenangan masa lalu setelah ia ditinggal mati oleh kekasihnya. Dia pun sempat hilang selama 25 tahun, lalu kembali ke Takamatsu. Dari cerita itu, Kafka menduga Nona Saeki pernah dinikahi ayahnya. Dan ketika Kafka berusia empat tahun, wanita itu kemudian pergi meninggalkannya.

Tapi, semua itu tak menghalanginya untuk jatuh cinta pada Nona Saeki. Apalagi setelah ia kerap didatangi sosok gadis 15 tahun yang mirip Nona Saeki ke dalam kamarnya, sekadar memandangi "lukisan Kafka on the Shore" dan lantas bercinta dengannya. Anehnya, di dunia nyata, Nona Saeki tak menolak cintanya. Keduanya pun bahkan bersetubuh. Selain meniduri ibunya, dia ternyata tak bisa membendung hasrat menyenggamai Sakura, yang tak lain kakak perempuannya meski --persetubuhan itu-- lewat mimpi.

Rupanya, kutukan ayahnya jadi kenyataan. Kafka membunuh ayahnya, lalu meniduri ibunya dan kakak perempuannya. Tapi, rahasia Nona Saeki tetap sebuah misteri. Karena, satu-satunya bukti yang meruntuhkan teorinya (berupa dokumen riwayat hidup Nona Saeki) telah dibakar Nakata atas permintaan Nona Saeki. Setelah Nona Saeki meninggal, wanita itu menjadi kenangan bagi Kafka. Kafka tak bisa melupakannya dan tak pernah mendapatkan teori tandingan karena teori tandingan itu telah hangus menjadi abu dan terbang ke langit tepat saat Nona Saeki meninggal, akibat serangan jantung.

Kafka mendapat warisan dari Nona Saeki lukisan "Kafka di Tepi Pantai" --yang akan selalu dipandanginya jika ia merindukan Nona Saeki.

***

KISAH novel Kafka on the Shore ini, tak dipungkiri serupa kisah dalam kebudayaan Yunoni Kuno, Oedipus Sang Raja (karya Sophocles). Dalam kisah yang ditulis dramawan besar itu, Oedipus diramal kelak akan membunuh ayahnya. Maka sang ayah (raja Louis) membuang Oedipus. Tapi, takdir berbicara lain. Oedipus tak mati. Kutukan itu, menjadi kenyataan. Oedipus membunuh ayahnya --tanpa ia ketahui. Tragisnya, Oedipus lantas menjadi raja dan menikahi Jocasta. Setelah melahirkan 4 anak, Jocasta baru tahu bahwa Oedipus "anak kandungnya". Jocasta bunuh diri. Oedipus menusuk kedua matanya lalu meninggalkan kerajaan.

Cerita Oedipus itulah yang kemudian dikembangkan oleh Haruki Murakami dengan memaklumatkan teori yang digemakan Sigmund Freud. Tapi, Murakami tidak mentah-mentah mengadopsi kisah Oedipus, melainkannya meracik lebih jauh, juga mendalam. Haruki tak menyuguhi terang benderang kisah Oedipus dan teori Freud itu. Pengarang yang telah mendapat banyak pernghargaan ini lalu memilih jalan berliku, penuh misteri serupa labirin.

Sampai Haruki mengakhiri cerita novel ini, dugaan Kafka mengenai Nona Saeki yang dikira ibunya masih menyimpan teka-teki. Tak pelak, kalau hipotesa Kafka itu merupakan sebuah teori. Sebagaimana diungkapkan Haruki ketika Kafka "meminta jawaban" Nona Saeki, ternyata Nona Saeki menjawab, "Tidak ada diriku yang perlu kau ketahui."

Haruki menegaskan, dugaan Kafka bahwa Nona Saeki adalah ibunya, tidak lebih "sebuah hipotesa atau teori". Karena merupakan teori, maka hipotesa itu masih tetap berlaku selama belum ada bukti (teori) tandingan.

***

HARUS diakui karya ini adalah novel yang sulit dipahami. Murakami tak menulis secara realis tapi memilih surealis. Tak pelak, jika pembaca disuguhi absurditas yang sulit "diterima akal", karena Murakami melumuri cerita dengan teka-teki, dan misteri. Teka-teki itu disuguhkan Murakami, lewat tokoh Nakata yang bodoh tak bisa membaca dan berhitung tapi dapat berbicara dengan kucing, batu dan mampu mendatangkan hujan. Kemunculan gadis berumur 15 tahun (sebagai bayangan Nona Saeki), tokoh Johnnie Walker, Kolonel Sarders, gagak yang tidak lain (bisikan hati) Kafka, dua tentara pasukan Napoleon pada 1812 dan Johnnie Walker.

Selain itu, Murakami kerap berkisah dengan latar di luar batas dunia. Bahkan, pengarang menyelipkan pemikiran tentang kenangan, pikiran dan ingatan yang diadopsi dari ide dan pemikiran filsafat. Sementara "teknik cerita" yang digelindingkan Murakami tidak kalah pelik. Berpilin, berliku dan tak berpusat satu tokoh utama, melainkan dua tokoh (Kafka dan Nakata). Dari dua tokoh yang tidak ada titik temu di awal kisah itu, Murakami kemudian menjalin dalam satu bangunan cerita di akhir kisah yang ternyata menyisakan banyak pertanyaan.

Untungnya, meski Murakami menulis dengan gaya surealis tetap bertutur dengan bahasa yang ringan. Dialog mengalir lancar, pendek, tidak menyusahkan. Jadi, novel ini pun masih bisa diikuti meski harus membaca dengan mengerutkan kening.***

*) N. Mursidi, cerpenis, tinggal di Ciputat, Tengerang.
*) N. Mursidi, blogger buku terbaik dalam Pesta Buku Jakarta 2008

http://etalasebuku.blogspot.com/
 
Lihat resensi pembaca (1) Detil produk Tulis Resensi
How to Shop | Order and Return Policy | Privacy Policy | Publisher CLICK HERE | Writer CLICK HERE | Contact Us© 2008, Bookoopedia.com or its affiliates. All Rights Reserved.