Bookoopedia.com, book by your side
 
 
2 Item di keranjang belanja
Sub totalRp.91.000
Lihat keranjang belanja
 
Search Local Books   
 
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
Beli Voucher Online  
 
 
 
 
 
DISCOUNT UP TO 50%
01.03.2010
Kunjungi menu PROMOSI dan dapatkan diskon UP TO 50%...
Diluncurkan: Merah yang Meremah
27.02.2010
Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
Pre-Order City of Bones diskon 35%*
23.02.2010
Segera Terbit!! Buku pertama City of Bones: The Mortal Instruments Pre-Order sekarang dan dapatkan DISKON sebesar 35%*.
Untuk Kemanusiaan, 6 Buku Diluncurkan
22.02.2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
 
 
 
Membaca Siau Ling, Membaca Sejarah dan Budaya

11.03.2010 11:40:31 - Anggi Hafiz Al Hakam
Judul             : Siau Ling: Drama Musik Kemempelaian Budaya Penulis         : Remy Sylado Penerbit ...
Rich Dad's Conspiracy of the Rich: 8 Aturan Baru Uang

11.03.2010 01:50:05 - Bedi Budiman
Buku ini dilatarbelakangi oleh gambaran problematika moneter & perbankan di negara Amerika Serikat, walau runtutannya disampaikan secara singkat namun terasa utuh untuk memahami betapa bahayanya...
LEONOWENS SP DALAM MAHAKARYA TERRALUKA

10.03.2010 10:42:21
Oleh : Muhammad Dullah Rivani (Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar) Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
 
 
Customer Support  
 
 
Jadi fans Bookoopedia.com di Facebook sekarang juga
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world
 
Home » Catalog » Outliers: Rahasia di Balik Sukses » Resensi Pembaca » OUTLIERS: The Story of Success.Memaknai Kembali Asal Usul Kesuksesan
Resensi Pembaca

Outliers: Rahasia di Balik Sukses

[45-09-27897]
Oleh: Malcolm Gladwell
Harga:Rp.60.000

 Rp.60.000

OUTLIERS: The Story of Success.Memaknai Kembali Asal Usul Kesuksesan
Oleh: Meicky Shoreamanis Panggabean*

06.07.2009 17:25:43

 

Apa persamaan The Beatles dan Mozart ? Mengapa dua jenius besar bisa memiliki nasib yang bertolak belakang: Robert Oppenheimer berhasil menembus Harvard dan Cambridge lalu menjadi fisikawan terkemuka di Amerika   sedangkan Chris Langan hanya lulus SMA dan kini menjalani hidup sebagai petani? Mengapa sebagian besar pemain hockey kawakan di Kanada lahir di bulan Januari? Mengapa perintis perusahaan komputer besar di Amerika hampir semuanya lahir di tahun 1955? Mengapa tingkat kecelakaan pesawat terbang Korean Airlines memiliki kaitan dengan analisis kultural dan linguistik ?
Pertanyaan-pertanyaan di atas nampaknya tak berkaitan satu dengan yang lain namun jika kita membaca buku ini, kita akan tahu bahwa sesungguhnya ada seutas benang merah yang menjadikan mereka satu:Bagaimana kesuksesan bisa diraih.
***
Sebagian orang menganggap bahwa kesuksesan diraih karena nilai-nilai instrinsik: kerja keras dan kepandaian. Dalam buku ini, Malcolm Gladwell menyanggahnya dan memaknai kesuksesan sebagai kombinasi dari berbagai faktor. Keberhasilan adalah akhir dari kepandaian, kemauan keras untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, keberuntungan, peristiwa dalam sejarah dunia dan momen-momen tertentu di kehidupan pribadi yang semuanya dialami oleh orang yang tepat dan berlangsung di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat. 
Sesungguhnya Gladwell,  mantan jurnalis The Washington Post yang menelurkan dua buku best-seller sejak kepindahannya ke majalah New Yorker,   sedang menyampaikan gagasan-gagasan lama. Di sepanjang tulisan, ia tak menyebut secara eksplisit nama dari sosok nyata yang tak sependapat dengannya. Ia cenderung melakukan monolog, yaitu berdebat dengan ‘we’. Saya rasa hal ini terjadi kemungkinan besar karena memang tak ada orang yang membantah gagasan klasik tentang makna kesuksesan di buku berdesain minimalis ini.
                   Bagaimanapun, Gladwell menyuguhkan ide-idenya dengan renyah sehingga mudah dipahami. Seperti halnya ‘Tipping Point’ dan ‘Blink’, dua karya yangmembuatnya dijuluki pop sociologist oleh beberapa media, ‘Outliers’ tampil dengan bahasa yang ringan dan menghadirkan banyak studi kasus yang jarang bisa diakses melalui harian atau majalah. Banyak nama besar dan fenomena menarik bermunculan sebagai contoh.
Simak saja, Gladwell menyoroti  kecenderungan bangsa Yahudi di Amerika untuk menjadi pengacara atau dokter serta kemampuan matematis orang Asia yang jauh lebih baik dibandingkan rekan-rekan mereka di Barat. Ia lantas bertanya, mengapa itu semua terjadi ? Sangat mungkin ini juga pertanyaan jutaan orang lainnya yang kerap dilontarkan dalam obrolan ringan di kafe atau dibahas iseng-iseng di milis. ‘Outliers’ berusaha menjawab  dan para penggila baca  di Amerika pun langsung menjadikan buku ini  bahan perbincangan sejak penerbitan perdananya  November tahun lalu.
***
 ‘Outliers’ mengacu pada situasi atau sosok yang secara signifikan berbeda dengan yang lain. The Beatles adalah outlier dalam sejarah musik dunia yang telah menghasilkan puluhan band terkenal. Bill Gates adalah outlier di antara ratusan ahli komputer yang sekarang bisa dengan mudah kita jumpai di era high-tech ini. Tingkat kecelakaan yang dialami Korean Air di masa lampau juga termasuk tinggi dan karenanya dianggap outlier mengingat pesawat mengalami naas saat pilot sedang dalam kondisi prima dan pesawat terbilang layak terbang. Lantas apa yang menyebabkan mereka menjadi outliers?
Mari kita intip daftar 75 orang terkaya sepanjang sejarah, dari mulai tokoh Mesir Kuno yaitu Cleopatra dan Firaun hingga nama dari zaman modern seperti Bill Gates dan Sutan Hassanal Bolkiah. Jika daftar itu dicermati, kita akan menemukan sebuah fakta unik berupa 14 orang Amerika yang lahir antara 1831-1839. Bayangkanlah jumlah generasi yang terentang dari mulai Firaun hingga Bill Gates dan jumlah negara yang pernah ada di muka bumi. Lihatlah bahwa 20% dari daftar di atas ternyata berasal dari sebuah generasi di sebuah negara !
Gladwell yakin ini terjadi karena tahun 1860 dan 1870an Amerika sedang menuju masa keemasan:Ketika itulah Wallstreet lahir, pabrik didirikan dan jalur kereta mulai dibangun. Mereka yang lahir di sekitar 1850an kehilangan momen untuk berpartisipasi karena terlalu muda sedangkan mereka yang lahir tahun 1820an sudah terlalu tua dan kerangka berpikirnya tak bisa lagi mengikuti perkembangan zaman. Di antara dua pihak ini terbentanglah 9 tahun periode yang memberi bayi-bayi kesempatan emas untuk kelak berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi saat dewasa.
Contoh kasus di atas menunjukkan kita keyakinan Gladwell bahwa faktor ekstrinsik amat berperan dalam kesuksesan seseorang:peristiwa tertentu dalam sejarah dunia, misalnya. Nampak sekali bahwa ia bahkan percaya bahwa elemen ekstrinsik ini kerap lebih menentukan daripada instrinsik. Pembahasan macam ini tak hanya muncul sekilas namun mewarnai isi buku secara kental.  Tak heran jika lantas terpancar kuat dari isi buku bahwa dalam sebuah kesuksesan, peran kerja keras urutannya hanyalah nomor dua setelah keberuntungan.
Padahal, sebagai seorang intelektual yang berkutat dengan ilmu psikologi dan sosiologi, ia tentu tahu kisah Victor Frankl, seorang psikiater yang mengalami siksaan Nazi namun bisa bertahan hidup hingga umur 90. Pada kasus Frankl, yang berhasil menulis lebih dari 20 buku setelah mengalami tahun-tahun penuh aniaya, kesuksesannya jauh lebih ditentukan oleh nilai-nilai intrinsik dan bukan ekstrinsik, yaitu kerinduan untuk berjumpa istri dan keinginan untuk memperoleh makna hidup dengan cara  berkarya
Mustahil juga sebagai seorang jurnalis dan penulis kawakan yang menetap di Amerika ia tak tahu surat-surat Ibu Theresa dari Kalkuta. Kumpulan surat ini pernah menjadi laporan utama di majalah terkemuka terbitan negara tempat ia berdomisili, TIMES, dan dibukukan ke dalam berbagai bahasa. Pergulatan batin perempuan Albania ini jelas menunjukkan bahwa upaya karitasnya bisa berkembang, buka hanya bertahan, sebagian besar karena nilai-nilai intrinsik seperti ketabahan serta kepasrahan.
Bagaimanapun, saat buku sudah terbit, pengarang pun mati. Sebagai pembaca kita memiliki kebebasan penuh untuk memaknai kesuksesan. Kita bisa melahap buku ini mentah-entah atau terpana pada  rasanya yang gurih dan, pada saat yang sama, menjadi pembaca yang memiliki sikap kritis.
 
*Guru Pelita Harapan Lippo-Cikarang, Penulis ‘Keberanian Bernama Munir:Mengenal Sisi-sisi Personal Munir’ (Mizan, 2008).
 
 
 
Lihat resensi pembaca (2) Detil produk Tulis Resensi
How to Shop | Order and Return Policy | Privacy Policy | Publisher CLICK HERE | Writer CLICK HERE | Contact Us© 2008, Bookoopedia.com or its affiliates. All Rights Reserved.