Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » Novel Fiksi & Cerpen  » Ulysses Moore: Pintu Waktu  » Resensi  » Ulysses Moore: Pintu Waktu
Resensi Terbaru
Izinkan Aku Mencintaimu
15 Jul 2014 | Oleh Evi Widiarti
Adis dan Lika adalah bos dan sekretaris di sebuah Wedding Organizer . Adis yang pendiam dan...
Lovhobia - Review
15 Jul 2014 | Oleh Evi Widiarti
Gefan, cowok sangar misterius dengan tato abstrak menyeramkan di lehernya, yang tidak percaya...
Ulysses Moore: Pintu Waktu
Buku : Ulysses Moore: Pintu Waktu
Oleh :
ISBN : 9789790155114
Rilis : 2007
Halaman : 222
Penerbit : Erlangga
Bahasa : Indonesia
Oleh:
04 Jun 2009


Ulysses Moore: Pintu Waktu

Argo Manor bertutur:

Aku berada di Kilmore Cove, agak terpencil dari rumah lainnya. Mendiang pemilikku, Ulysses Moore, mengizinkan Nestor pelayannya menyewakanku pada orang lain. Dengan syarat keluarga beranggotakan minimal dua orang anak.

Tuan dan Nyonya Covenant terpesona pada penampilan fisikku, menganggap aku merupakan tempat yang cocok untuk anak kembar mereka: Julia dan Jason. Julia yang menyukai keriuhan kota besar, toh tak dapat menampik kemenarikanku walau ia kerap tak sependapat dengan Jason yang dianggapnya berkhayal.

Jason bocah yang peka, berminat pada hantu dan sejenisnya. Ia menduga ada hal serupa di dalamku. Namun seperti dugaan Nestor, anak-anak akan bersenang-senang. Anak-anak akan berpetualang. Tak menghiraukan cerita misterius tentang tuanku yang tak pernah menginjak tanah di luar selama empat puluh tahun. Bahkan mereka terpikat oleh kisah itu. Oleh kematian istrinya yang tiba-tiba. Oleh suasana mencekam di sini. Oleh pintu yang selalu mengundang untuk dibuka, dan pasti akan ditemukan bagaimana pun rapatnya.

Bagaimana kau tak akan terpesona pada kisahku, Sobat Petualang? Aku dituliskan dalam sebuah buku yang kokoh, dengan huruf tak menyiksa mata, nyaman dilalap paragraf demi paragraf. Memang ada kekurangan di sana-sini, misalnya terjemahan 'teman-teman' yang lebih cocok jika dibiarkan apa adanya (Guys, agaknya itu istilah sebenarnya).

Ilustrasi di halaman-halaman yang memajang ceritaku bukan semata ornamen. Pernahkah kau lihat goresan yang begitu menyerupai coretan tangan? Sketsa hitam putih yang tampak nyata? Wajah-wajah yang dibingkai kartu pos dan tulisan sambung di dekatnya? 

Kau akan berkenalan juga dengan Rick. Julia dan Jason berada di sini tanpa pemimpin, karena Nestor sudah tua dan orangtua mereka harus pergi untuk sementara waktu. Rick sudah lama ingin tahu apa yang ada di setiap sudutku. Kau akan lihat kecerdasannya kala bersentuhan dengan buku. 

Tidakkah kau ingin menyertai mereka memecahkan sebuah rahasia? Tidakkah kau ingin menengok beberapa halaman sebuah kamus tua? Tidakkah kau ingin tahu mengapa seorang wanita bernama Oblivia menghendaki aku dengan begitu ngototnya?

----------------------------------------------

Diambil dari Blog review buku Rini NB Hadiyono
http://sinarbulan.multiply.com/



Mudah Beli Pulsa