Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » Unforgettable
Resensi Terbaru
The Cuckoo's Calling
10 Apr 2014 | Oleh Evi Widiarti
11 Hari. Itulah yang saya butuhkan guna menyelesaikan sebuah buku dari J.K. Rowling yang ganjen...
The Screaming Staircase
10 Apr 2014 | Oleh Evi Widiarti
Londonlagi, kejahatan lagi. Belum lekang dari ingatan, bulan lalu dengan gemilang Cormoran Strike...
Unforgettable
Oleh:
4
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 4/5 dari 2 pembaca
Resensi: 0 Resensi
ISBN : 9797805417
Rilis : 2012
Halaman : 184
Penerbit : Gagas Media
Bahasa : Indonesia

Tulis Resensi
Rp.43.000

Kategori terkait
Buku Terkait
Shadowland
Till We Meet Again
Memori
Bekisar Merah
Fantasteen Ghost Dormitory
Buku ini juga dikoleksi oleh :
Refrain : Saat Cinta Selalu Pulang
Karya Winna Efendi

Oleh: vynica septariani
Jumlah: 6 Buku
Dibuat: 06 July 2013
Unforgettable
Buku-buku Winna Efendi

Oleh: Luckty Giyan Sukarno
Jumlah: 4 Buku
Dibuat: 31 December 2012
Dia, Tanpa Aku
novel Indonesia

Oleh: Lleona
Jumlah: 23 Buku
Dibuat: 14 November 2012
Lihat semua koleksi terkait »

Ini adalah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan.


Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar kenangan akan masa kecil di dalam ingatan.



Pertemuan pertama telah menyeret keduanya masuk ke pusaran yang tak bisa dikendalikan. Menggugah sesuatu yang telah lama terkubur oleh waktu di dalam diri perempuan itu. Membuat ia kehilangan semua kata yang ia tahu untuk mendefinisikan dan hanya menjelma satu nama: lelaki itu.



Sekali lagi, ini adalah sepotong kisah dari sang waktu tentang menunggu. Kisah mereka yang pernah hidup dalam penantian dan kemudian bertemu cinta.


Rp.43.000

Unforgettable

Waktu tahu buku terbarunya Winna Efendi bakal terbit, saya langsung bertekad akan beli buku ini. Tulisan-tulisan Winna selalu manis dan mengalir indah. Eh, ternyata Winna seumuran saya. Cukup produktif loh, ini novel kelima yang diterbitkan oleh GagasMedia. Ada juga buku antologinya yang diterbitkan GagasMedia.

Keduanya tidak pernah mengungkit tentang mengapa. Mengapa perempuan itu selalu sendirian di tepi jendela. Mengapa lelaki itu selalu sendirian di sudut. Mengapa perempuan itu menulis novel misteri. Mengapa lelaki itu selalu memesan segelas Cabernet. Mengapa mereka mulai berbicara kepada satu sama lain. Dan, satu lagi-mengapa mereka ada di sana.

Awal membaca tokoh laki-laki dalam novel ini, imajinasi saya langsung teringat pada Ikal! Ikal yang bernama Faizal Reza Iskandar ini kerap menulis cerpen-cerpen tentang menunggu, penantian, dll. Salah satu postingan fesbuknya yang saya ingat adalah Menunggu Kekasihnya sekitar 28 Oktober 2010. Sayangnya sudah di delete, karena sudah diterbitkan dalam bentuk buku.

Mungkin kamu adalah jenis orang yang muncul dalam buku sebagai karakter. Bukan orang yang membaca buku, melainkan dituliskan di dalamnya, atau justru menuliskannya. (hlm. 17)

Biasanya, saat manusia tidak menyukai kenangan akan sesuatu, ia akan berusaha untuk melupakannya. Menyisihkannya pelan-pelan, sampai hilang tak berbekas. Cara terbaik untuk melarikan diri. (hlm. 23)

Keberuntungan dan kebetulan adalah cara pandang manusia lemah yang mengharapkan keajaiban.(hlm. 27)

Menjadi dewasa berarti harus membuat pilihan. Baginya, menjadi dewasa berarti tidak memiliki pilihan. Hidup menjadi serentetan tanggung jawab yang harus diemban, baik suka maupun tidak, mau ataupun enggan. Terkadang, orang dewasa seperti sesosok badan tak berjiwa. Semakin dewasa seseorang, semakin pudar jiwanya, menjadi robot yang berkutat dengan rutinitas. (hlm. 36)

Begitu kita kehilangan seseorang, ia akan pupus selamanya. Mungkin, akan ada orang yang mirip dengannya, mungkin ada orang yang menggantikan posisinya, tetapi selamanya bayang itu akan tetap menjadi baying. (hlm. 63)

Kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar hidup tanpa mereka. (hlm. 63)

Beberapa dari mereka mungkin jodoh kita, mungkin juga tidak. Semuanya tergantung pada pilihan kita-apakah kita cukup berani untuk mengambil resiko itu, atau tidak. (hl. 68)

Ini adalah salah satu kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelakiyang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan. Yang satu takut terhadap dirinya sendiri, sedangkan yang lain takut sendirian.

Dengan dialog yang minim, justru memaksimalkan pembaca untuk masuk ke cerita yang hanya terdiri dari beberapa tokoh ini. Sederhana dan manis. Karena semua orang hidup dalam penantian. Ehm, ending yang tak terduga! Cocok buat galau maksimal! :)

Cinta itu punya bentuk yang berbeda-beda. Terasa beda dengan setiap orang. Bukan berarti itu bukan cinta. (hlm. 143)

Winna dapat dihubungi via:
1. email/FB winna.efendi@gmail.com,
2. Twitter @WinnaEfendi atau
3. Blog http://winna-efendi.blogspot.com/


Sumber: http://luckty.wordpress.com/2012/02/18/review-unforgettable/