Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » Novel Fiksi & Cerpen  » Para Pelukis Langit
Resensi Terbaru
KATARSIS: MARI BERKHAYAL MENJADI PSIKOPAT (ATAU SOSIOPAT)
10 Oct 2014 | Oleh Evi Widiarti
Terjadi suatu pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Bandung. Tiga korban tewas, 1 dalam...
ORANG-ORANG TANAH: SEGELAP MALAM DAN SEHITAM TANAH
10 Oct 2014 | Oleh Evi Widiarti
Masih dalam rangkaian O ctober Hallowen reading alias membaca buku bertem a...
Para Pelukis Langit
Oleh:
2
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 2/5 dari 1 pembaca
Resensi: 1 Resensi
ISBN : 9786022550167
Rilis : 2012
Halaman : 410
Penerbit : Niaga Swadaya (group Penebar Swadaya)
Bahasa : Indonesia

Tulis Resensi
Rp.48.000

Buku Terkait
Style
Lajang Lajang Pejuang
Rendezvous di Selat Hormus
Rectoverso
Inferno Soft Cover
Sherlock Holmes The Families Scandal
Sherlock Holmes: The Crime Tricks
Dreamed Angel
Sobat, Jangan Lupakan Aku!
Hatimu

Sembilan anak desa, Soep, Imam, Supri, Agus, Slamet, Darminto, Listanto, Kimon, dan Yoga berikrar di Stasiun Tanggung untuk membentuk geng. Geng Obenk, yang merupakan akronim dari orang bengkel nekat. Bagi kesembilan bocah ini, Obenk adalah satu-satunya sarana bagi mereka untuk bertahan dari segala tantangan, seperti ketika mereka sepakat untuk mencari pasir kali untuk menambah uang saku piknik ke Jakarta 


Sembilan anak ini berjuang untuk mewujudkan cita-cita mereka. Di tengah keterbatasan kondisi lingkungan mereka —hidup di sebuah desa di daerah Purwodadi— mereka tak patah semangat. Justru pelajaran hidup mereka dapatkan dari lingkungan sekitar, tak sekadar dari bangku sekolah.
Simaklah novel menarik yang menggetar hati ini, niscaya akan Anda temukan banyak hal yang layak untuk Anda renungkan.


Rp.48.000

Para Pelukis Langit
Oleh: - 05 January 2013

Pokok-Pokok Isi Buku :

Novel yang berjudul Para Pelukis Langit ini menceritakan tentang perjalan hidup anak-anak  yang yang berjuang untuk mencapai cita-citanya. Cerita didalam novel diambil dari pengalaman penulis.  Novel  ini dikhususkan membawa pembacanya agar mengingat masa-masa SD sampai kuliah, dan novel ini mengandung unsur humor sehingga tidak menimbulkan rasa bosan ketika membacanya. Novel ini banyak nilai sejarah yang mungkin sebelumya para pembaca tidak mengitahui sehingga ketika membaca kita mengetahui apa saja cerita sejarah atau pun tempat-tempat bersejarah yang terdapat di Indonesia, serta ketika membaca novel ini pembaca akan sadar betapa pentingnya nilai-nilai pancasila yang harus kita pahami maknanya. Awalnya didalam novel ini menceritakan tentang kesembilan anak-anak yang menginjak ABG dari kecamatan arah barat daya Kabupaten Grombogan yaitu Soep, Imam, Supri, Agus, Slamet, Darminto, Listanto, Kimon, dan Yoga yang bersekolah di SMPN 2 Kedung Jati yang mempunyai semangat dalam hal menuntut ilmu walau pun dalam keadaan bangunan sekolah yang memprihatinkan dan hal itu tidak membuat semangat meraka luntur, karena semangat tersebut didapat dari guru P4 mereka yang bernama Pak Katino yang selalu mengajarkan jiwa Pancasila. Cerita ini menjadi sangat seru karena adanya tokoh Agus dan Slamet (Duo Troublemaker) yang mempunyai ide cemerlang untuk selalu bersikap jahil, suatu hari meraka beserta Yoga ketahuan ketika mencuri mentimun dikebun belakang sekolahnya dan Pak Joko selaku kepala sekolah menyuruh mereka untuk membuat kelompok belajar, tapi kenyataanya meraka membuat geng  yang bernama Obenk dan bermarkaskan di Stasiun Tanggung dan di Rumah Mas Yanto yang berada di sebelah timur Stasiun Tanggung. Sebagai tanda perkenalan geng ini mencorat-coret di setiap gang dengan kata-kata ‘Obenk’ dengan maksud agar nama geng mereka tidak kalah terkenal dengan geng Jacko yang sudah terdahulu terkenal di desanya, dan hasilnya dalam waktu dekat nama Obenk sudah dikenal di seluruh warga SMPN 2 kedung Jati dan warga sekitar yang telah membaca tulisan Obenk di tembok-tembok gapura dimana saja, sebagai rasa syukur geng Obenk mengadakan pesta yang bertemakan berburu dan meramu. Bagi mereka tidak mudah untuk menjadi murid yang rajin, tapi dengan adanya guru-guru yang selalu membimbing mereka yang selalu mengisi jiwa muda mereka dengan menuntut ilmu, sungguh besar jasa para pahlawan tanpa tanda jasa, mereka bagikan malaikat-malaikat rahmat yang siap mengawal anak-anak SMPN 2 Kedung Jati dalam hal menuntut ilmu. Tokoh utama dalam novel ini aadalah Yogo yang mempunyai dua adik, ayah yang bekerja di kelurahan dan ibu seorang guru SD yang bertempat tinggal di Kecamatan Tanggungharjo yang dahulunya kecamatan ini bergabung dengan kecamatan Kedung Jati. Ayahnya selalu membacakan cerita-cerita dongeng sebelum ia dan adik-adiknya tertidur, jadi tidak salah apa bila yogo sangat piawai dalam hal bercerita tentang dongeng dan hal iatu menjadi keuntungan tersendiri karena yogo bisa menjadi sumber rezeki bagi yogo. Didalam kehidupan pasti tidak terlepas dari kata-kata cinta, begitu pula dengan Suep yang sangat mudah jatuh cinta dan kali ini Suep sedang jatuh cinta dengan teman satu sekolahnya yang bernama Ika Apriani. Suep mati-matian mencari cara untuk menakhlukkan hati Ika sampai ia rela pergi ke Samarang untuk mendapatkan resep cinta di Pasar Johar yang tepatnya di took buku loakan, ia mencari buku tentang surat cinta. Tanpa panjang lebar ketika sampai rumah Suep langsung membuat surat cinta pertamanya dan keesokan harinya ia langsung memberikan surat itu melalui Dewi teman terdekat Ika, setelah beberapa hari menunggu ia mendapatkan surat balasan dari Ika yang ternyata surat balasan itu ditulis oleh ayahnya Ika. Tak aterasa sudah dua tahun mereka menuntut ilmu di SMPN 2 Kedung Jati, sebagai anak laki-laki pastilah menyukai permainan sepak bola, begitu pula dengan geng Obenk, mereka sangat menyukai permainan sepak bola, tapi bola yang meraka miliki adalah bola plastik yang apabila sekali ditendang oleh kaki yang berukuran besar seperti mereka sangan memungkinkan untuk berubah bentuk bahkan akan pecah, jadi mereka sangat berpikir keras bagaimana cara mendapatkan bola yang layak untuk anak seusia mereka. Dengan bantuan ide Agug dan Slamet maka terciptalah iide cemerlang untuk bisa mendapatkan bola tanpa harus membeli, yaitu memanfaatkan bola milik sekolahan walau pun dengan cara yang bisa dibilang licik tapi bagi geng Obenk sagala hal yang menguntungkan akan menjadi halal. Bentuk simbosis mutualisme sangat diperlukan untuk para pelajar, begitu pula dengan murid-murid SMPN 2 Kedung Jati, dua hari yang lalu ketika pelajaran fisika yang membahas tentang Hukum Gravitasi Imam di suruh Pak Harno untuk menjawab soal yang berada di papan tulis dan Imam sangat panik. Ketika Pak Harno keluar sebentar Gino yang sangat pintar dalam semua bidang khususnya didalam ilmu fisika memberikan buku yang sudah ada jawabannya, sesaat Gimo seperti malaikat tanpa sayap bagi teman-temannya karena ia selalu membantu temannya apabila dalam keadaan kritis, dan Gimo tidak pernah meminta imbalan atas jasa apapun yang telah ia berikan terhadap teman-temannya, maka di kelas II B dan gimo membentuk teori tentang persimbiosisan yaitu simbiosis Gimonisme yang berarti hubungan yang saling tidak menguntungkan dan saling tidak merugikan secara lahir batin. Akan tetapi merigikan system pendidikan. Suatu hari Iman ingin memberikan celana pramukannya kepada Gimo di karenakan Gimo tidak mempunyai celana pramuka tapi Iman tidak mau memberikannya secara langsung, jadi melalui Yogo ia memberikannya, dan ternyata Gimo menerima pemberian Iman dengan tangan terbuka, setelah jumat depannya Iman dan Yogo kaget setelah melihat Gimo masih memakai celana biru kubasnya dan baju pramuka, belum sempat mereka bertanya Gimo menghampiri mereka dan berkata “celana Imam kemarin aku berikan pada sepupuku, dia malu jika tiap jumat tak memekai celana pramuka.sapupuk kebih membutuhkannya ‘kan?”.

Diantara geng Obenk hanya Supri yang becita-cita sebagai polisi yang belum melakukan hal tersakral dalam hidup seorang laki-laki yaitu khitan. Jadi ia selalu diejek oleh anak-anak dari geng obenk lainnya, dan akhirya diliburan caturwulan dua ia memutuskan untuk khitan. Seperti lazimnya masyarakat jawa ada peraturan tertulis yang kental dengn aura gotong royong, sinoman(memberikan sumbangan untuk acara hajatan. Biasanya sumbangan akan dikembalikan jika si pemberi mempunyai acara dikemudian hari), dan sambatan(membangun rumah dengan gotong royong). Dengan bergotong royong tersebut maka acara khatan Supri berjalan dengan lancer, dan pada hari itu Supri resmi menjadi laki-laki sejati. Banyak budaya yang menyelimuti tradisi jawa, salah satunya adalah Apitan yang merupakan perayaan terbesar dalam dikotomi sosiologis sebagai suku jawa yang menempati sebua desa, ritual tahunan ini selalu menyedot perhatian setiap warga desa. Acara Apitan terjadi hari Selasa Kliwon bulan Apit biasanya setiap desa menggelar perayaan-perayaan kesenian, ada tayub, wayang, dan pengajian. Dan acara seperti ini hanya dilakukan setahun sekali jadi sangat masuk akal jika warga desa sangat menikmati perayaan ini sampai pagi.

Setahun lebih Suep berusaha untuk mendapatkan pacar dan ia sangat berusaha mati-matian untuk memburu cinta sejatinya tapi sampai saat ini Suep selalu gagal, kalu dulu ia hanya mempunyai satu cara untuk menakhlukan wanita yaitu dengan cara mengirimkan surat cinta, tapi saat ini ia memiliki cara baru yaitu mengirimkan bunga pada setiap orang yang ia sukai. Kali ini ia menyukai anak kelas dua yang bernama sari dan yang menjadi jembatan cintanya adalah Winarno. Melalui Winarno, Suep mendapatkan informasi tentang sari dan pada akhirya sari meminta kepada Suep agar mengirimkan mawar biru, dan hal itu dipenuhi oleh Suep. Keesokan harinya Sari mengirimkan sepucuk surat, walau pun kali ini Suep tidak berhasil lagi tapi ia tidak putus asa karena ia sangat yakin bahwa cinta tidak harus memiliki. Tak ada perdamaian tanpa peperangan, begiru pula gengan geng Obenk yang memekai stasiun Tanggung sebagai markas besar mereka, tapi kali ini Pak Supar penjaga stasiun tidak memperbolehkan geng tersebut untuk nongkrong lagi di stasiun tersebut karena mereka selalu rebut setiap kali mereka berkumpul, tapi geng Obenk tidak tinggal diam setelah diusir oleh Pak supar, mereka mencari cara agar bisa balas dendam dengan metode yang ekonomis dan humoris, dan hal tersebut berkali-kali dilakukan meraka sampai Pak Supar  benar-benar menyerah karena citranya sebagai pegawai stasiun yang rajin dan berprestasi turun, akhirnya ia memperbolehkan geng Obenk bisa menjadikan stasiun Tanggung sebagai markas besar mereka lagi dengan syarat tidak boleh berteriak-teriak dan membuang sampah sembarangan.

Study tour merupakan hal yang sangat luar biasa bagi siswa SMPN 2 kedung jati. Kali ini mereka study tour ke Jakarta. Untuk menambah uang saku anak-anak Obenk mencari pasir kali dan memindahkannya dari kali ke bak gerobak kemudian menampungnya dan kemudian di jual kepenampungan. Selain itu mereka mencari belalang untuk dijual seharga seratus rupiah perekornya. Tak terasa atu minggu sudah berlalu dan tibalah anak kelas dua SMPN 2 Kedung Jati berangkat untuk studytour. Kedatangan bus membuatsemakin tak sabar dan tak lupa Imam mengambil foto untuk diabadikan. Diantara kesenangan meraka ternyata terselip satu kesedihan yaitu Gimo tidak dapat mengikuti study tour karena perekonomiannya yang tidak mendukungnya untuk ikut. Hal yang paling mengharukan adalah ketika bus berjalan pelan, Gimo mengikutinya dari belakang dan melambaikan tangan sampai menghilang di tikungan, tak terasa titik air mata membasahi pipi Yogo. Selama diperjalanan banyak teman-teman Yogo yang mabuk darat. Kira-kira pukul delapan para rombongan sampai di Jakarta. Sesampainya di Jakarta sekitar pukul sembilan mereka sampai di objek wisata yang pertama yaitu planetarium, sesaat mata mereka terpukau ketika melihat macam-macam rasi bintang di dalam satu ruangan. Sacara keseluruhan acara study tour mereka sukses walau pun ada beberapa daftar tujuan terlewatkan karena waktunya tidak sesuai. Setelah ke planetarium rombonagn mereka menuju ke lubang buaya, di sana mereka banyak melihat liku-liku diorama di museum.dasana ada sebuah sumur di mana para jenderal Pahlawan Revolusi di benamkan dengan tidak berprikemanusiaan. Ppada saat study tour tersebut Yoga dan Supri membuat kekacauan sehingga membuat para guru dan teman-temannya cemas dsn mendapatkan tempelenagn dari Pak Katino.ak terasa waktu telah mempertemukan mereka  dengan yang namanya kelulusan. Tapi geng Obenk mendefinisikan tentang EBTANAS adalah; belajar, bermain, berdoa, berusaha, melalui jalan apa pun asalkan lulus. Dan metode tersebut berhasil meluluskan semua anggota Obenk, walaupun pada dasarnya semua siswa SMPN 2 Kedung Jati lulus semua. Setelah lulus SMP para anggota Obenk terpisah katemna ada yang melanjutkan ke SMA Muhammadiyah, STM, SMA Nusantara Gubug, SMA Mrapen, SMA 2 Semarang, dan ada juga yang tidak melanjutkan karena hobinya yang suka mengotak-atik mesin sepeda motor. Walaupun demikian tapi sama sekali tidak meluruhkan persahabatan geng Obeng untuk tetap berkumpul. Lulus SMP membuat mereka semakin dewasa dan mempunyai cita-cita masing-masing, contohnya Iman dan Narno yang ingin menjadi polisi, dan Yogo yang tidak ingin menjadi pegawai negeri dengan alas an telah bosan melihat kegiatan kedua orang tuanya. Perjalanan arus globalisasi membuat anggota Obeng ingin memiliki barang-barang yang berkualitas ekspor. Dan hal itu ternyata membuat Yogo dan Suep tertipu dengan barang-barang bermerek dengan harga murah yang dibelinya di Pasar Johar. Semenjak Obenk berdiri, tiga setengah tahun yang lalu, merakan hanya merayakan tahun baru di Stasiun Tanggung. Tapi oada tahun ini mereka merayakannya di Jogja. Tapi yang merayakan tahun baru di Yogja hanya Yogo, Narno, Pur Jeprak dan Suep.  Banyak hal yang mereka lihat ketika di Jogja contonya kapal yang berada di dalam botol, es krim goring serta menonton bioskop. Sesampainya di desa mereka menceritakan tentang semua yang mereka lihat di Jogja kepada anggota Obenk yang tidak ikut, mereka yang mendengar tidak mempercayai apa yang telah diceritakan karena terlalu mustahil.

Kisah cinta suep masih berlanjut, selelah beberapa bulan ada yang aneh pada diri suep ternyata suep telah mendapatkan pujaan hati yang bernama Fatma, gadis cantik berkulit putih dan menjadi idola di SMA-nya. Saat itu para anggota Obenk tercengang dengan apa yang telah disaksikannya karena suep berhasil membonceng Fatma ketika malam minggu dan menjadikannya sebagai pacar.banyak yang bertanya-tanya mengapa Fatma menerima cinta Suep, mereka bagaikan pasangan langit dan bumi. Dan pada saat itulah Suep dipercaya untuk menggurui semua geng Obenk dalam hal percintaan dengan berpedoman buku cinta yang ia beli di Pasar Johar ketika masih SMP.

Pada tahun 1998 semau anggota Obenk lulus SMA. Lapi lambat laun aura Obenk meredup walaupun masih berdiri. Suatu malam yang paling syahdu, segenap anggota Obenk beserta simpatisan berkumpul.bagi anggota Obenk setelah lulus SMA merupakan fase-fase yang menyadarkan bahwa mereka harus mengarungi angkasa untuk terus berburu, karena mereka harus mendapatka pekerjaan. Anggota Obenk terpencar dengan pekerjaan masing-masing, hanya Yogo dan Listanto yang bekerja di luar desa Tanggung. Yogo yang bekerja di tempat Omnya memutuskan untuk pulang dan kembali ke desa Tanggung karena ia merasa tidak menyukai pekerjaanya, Ayahnya pun menyuruh Yogo untuk kuliah di tahun depan.

Senin, 7 September 1999 Yogo berhasilo menjadi mahasiswa baru yang mengambil jurusan akutansi yang dipilihkan oleh Ayahnya. Beberapa bulan kuliah dengan hanya bermain-main setelah melihat IP-nya 1,9 Yogo berniat untuk mencari jati dirinya dengan cara mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Selama Latihan Dasar Kepemimpinan Yogo mulai menemukan jati dirinya. Tapi hal itu tidak berlangsung lama ketika ia bertemu temannya yang bernama Firman setelah mengajarkan tentang bisnis, dan pada saat itulah Yogo berniat untuk membuat usaha kecil-kecilan. Pada bulan pertama dan kedua usaha Yogo bisa di katakana berhasil, tapi pada bulan ketiga usaha Yogo mengalami kemacetan dan keadaan tersebut membuat Yogo menjadi frustasi karena dompetnya semakin menipis. Setelah banyak belajar dari berbagai macam buku tentang marketing Yogo memutuskan lagi untuk membangun usaha di bidang media massa yaitu dengan berjualan Koran dengan temannya Amir. Satu minggu berjalan usaha mereka menurun, pada saat itu Yogo memutuskan untuk tidak ingin kagi berjualan koran, tapi hal itu tidak jadi mereka lakukan setelah bertemu dengan Pak Heru. Keesokan paginya ternyata Pak Heru menepati janjinya. Pagi itu ketika Yogo menggelar dagangan ia di temuai oleh laki-laki tua yang kemudian memeberikan kartu namanya dengan alasan ia yakin bahwa Yiogo akan menjadi penulis. Banyak hal yang ia dapat selama berjualan koran.

Kesuksesan yang baru saja ia genggam ternyale lenyap seketika karena ayahnya sakit hampir satu bulan. Jadi ia harus pulang kampong dan meninggalkan pekerjaannya untuk sejenak. Tapi hal itu tidak menyurutkan tekad Yogo karena ia yakin bahwa no risk no fun. Suatu hari Yogo daberi pelajaran gratis tentang nilai kehidupan dari temannya yang bernama Askal, ia sangat terkesan dengan Askal kerena pandangannya tentang menjalani hidup. Hal yang paling membuatya semakin menjadi orang yang tidak berguna ketika ia melihat semua teman seangkatannya melekukan wishuda.

Akhirnya Yogo setelah ditinggal ayahnya meninggal ia mencari ilmu di kaki Kelud selama enam bulan, dan banyak hal yang tak terduga yang ia dapatkan disana dan ia bertekad untuk mengambil gelar sarjananya ketika mendengar kata-kata Ridho ‘Tidak dikatakan sarjana sebelum membaca minimal seribu judul buku’. Dan tekadnya yang kedua adalah menciptakan karya besar berupa novel untuk menggantukan gelar sarjannya. Banyak lika-liku yang dihadapi Yogo ketika membuat novel pertamanya yang berjudul Sarjana, sampai-sampai ia sakit. Satelah selesai ia mengantarkan novel pertamanya tersebut di berbagai kantor penerbit. Walau pun novel pertamanya ditolak tapi ia tetap mambuat novel keduannya dan berharap dapat diterbitkan. Persahabatan telah membuat Yogo untuk berdiri kembali. Satelah ia pulang kampung ternyata ia masih di ingat oleh semua anggota Obenk. Banyak hal yang telah berubah pada teman-tamannya , termasuk sudah ada yang menikah dan mempunyai anak. Novel ini merupakan kisah dari pengalaman penulis sehingga membuat pembaca lebih mudah untuk merimajinasi dan memahaminya.

 

Kelebihan Buku                       :

·         Banyak ilmu-ilmu yang terkandung di dalam novel ini, karena banyak unsur sejarah yang membuat pembaca dapat mengingat pada zaman tersabut.

·         Novel ini dapat memberi inspirasi sehingga dapat memotivasi para pembacanya.

·         Banyak pesan moral yang yerkandung di dalam novel ini.

·         Pemiliham kata yang tepat sehingga dapat dibaca oleh samua kalangan.

·         Novel ini juga dibumbui oleh cerita-cerita yang lucu dan jenaka yang membuat pembaca tidak akan bosan membacanya.

 

Kekurangan Buku        :

·         Terlalu banyak tokoh yang diceritakan sehingga akan susah mengingat karakteristiknya masing-masing kalau tidak dibaca berulang-ulang.


Sumber: http://www.bookoopedia.com/
Lihat Semua Resensi (1)
Mudah Beli Pulsa