Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » Novel Fiksi & Cerpen  » Ulysses Moore: Peta Yang Hilang (HC)
Resensi Terbaru
Izinkan Aku Mencintaimu
15 Jul 2014 | Oleh Evi Widiarti
Adis dan Lika adalah bos dan sekretaris di sebuah Wedding Organizer . Adis yang pendiam dan...
Lovhobia - Review
15 Jul 2014 | Oleh Evi Widiarti
Gefan, cowok sangar misterius dengan tato abstrak menyeramkan di lehernya, yang tidak percaya...
Ulysses Moore: Peta Yang Hilang (HC)
Oleh:
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 0/5 dari 0 pembaca
Resensi: 1 Resensi
ISBN : 9789790155107
Rilis : 2008
Halaman : 261
Penerbit : Erlangga
Bahasa : Indonesia

Tulis Resensi
Rp.78.000

Kategori terkait

Jason, Julia, dan Rick telah melintasi Pintu Waktu menuju Mesir Kuno, dunia yang penuh dengan labirin, teka-teki, dan rahasia. Tapi, ketika lorong yang menghubungkan kedua dunia tersebut runtuh, Julia pun kembali ke rumah, ke masa kini – dan pintu di belakangnya tertutup rapat.

Kini Rick dan Jason terperangkap di masa lalu, dan hanya ada satu cara untuk kembali ke Argo Manor, yaitu mencari peta Kilmore Cove yang telah lama hilang. Dan untuk itu, mereka harus kembali memecahkan teka-teki yang ditinggalkan oleh Ulysses Moore yang misterius. Bisakah mereka menjadi yang pertama menemukannya?



 


Rp.78.000

PETA YANG HILANG (ULYSSES MOORE #2

Setelah menemukan pintu waktu, petualangan Jason, Julia dan Rick kembali berlanjut. Ternyata pintu waktu itu membawa mereka bertiga ke dunia lain, yaitu dunia mesir kuno yang hanya ada berabad-abad yang lalu. Setelah terjadi kekacauan akibat ada salah satu bangunan yang runtuh, kelompok mereka terpisah di mana Julia kembali ke dunia-nya di Argo Manor, sementara Rick dan Jason tetap tinggal di dunia Mesir kuno. 
 
Untuk bisa kembali ke Argo manor, Jason & Rick harus mendapatkan peta Argo manor dan untuk itu mereka harus memecahkan sejumlah teka-teki yang semuanya terdapat dalam dunia Mesir kuno. Dalam petualangan kali ini, Jason dan Rick dibantu oleh seorang gadis Mesir bernama Maruk. Sedangkan dari Argo Manor, Julia berusaha mencari cara dan petunjuk untuk dapat bertemu kembali dengan saudara dan sahabatnya lagi. 
 
 
Tapi masalah mereka bukan hanya sekedar menemukan petunjuk untuk mencari peta yang hilang. Seorang wanita yaitu Oblivia Newton juga menginginkan peta tersebut. Jason, Rick dan Maruk harus cepat-cepat menemukan petunjuk dan memecahkan semua teka-teki sebelum Oblivia mendahului mereka. Dan berhasilkah Jason dan Rick pulang kembali ke rumah mereka?
 
Kesan saya :
 
Secara keseluruhan buku kedua lebih seru dari buku pertama, di sini Jason, Rick dan seorang gadis mesir harus memecahkan teka-teki dengan petunjuk-petunjuk yang banyak menggunakan mitologi Mesir kuno, hitung-hitung sebagai pembaca saya juga ikut belajar kebudayaan dan sejarah Mesir kuno yang terkenal dengan kemajuan ilmu pengetahuannya di abad lampau. 
 
 
Saya baru sadar pola karakter di buku sedikit mirip Harry Potter yaitu 3 anak-anak dengan 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Bahkan salah satu anak laki-lakinya juga berambut merah.

Sumber: http://lady-storytelling.blogspot.com/2013/07/peta-yang-hilang-ulysses-moore-2.html
Ulysses Moore: Peta Yang Hilang (HC)
Oleh: - 04 June 2009

 

Penampilan fisik

Ilustrasi di sampul depan menyiratkan ketegangan dan petualangan yang lebih kental dibanding buku pertamanya, karena sekarang sudah benar-benar berlangsung. Ilustrasi dalam tidak sebanyak dulu, 'hanya' di awal setiap bab tapi tetap memancing rasa ingin tahu.

Cerita

Di permulaan, sempat bingung dan mencoba mencocokkan dengan akhir buku pertama. Ada kesan Jason, Rick, dan Julia sudah berada di suatu tempat di Mesir, namun tiba-tiba Julia terlempar kembali ke Argo Manor. Meski sempat bertanya-tanya, saya menyimpulkan bahwa ini teknik penulis agar terbagi dua sub plot yang mengasyikkan bila diselang-seling. Julia dan Nestor di rumah menghadapi Manfred, sedangkan Jason dan Rick di Mesir menghadapi Oblivia Newton. Saya menyukai dialog-dialog Oblivia yang mempertegas karakter antagonisnya. 

Setting

Petualangan di sini lebih kental. Lokasi di Mesir kuno, kalimat-kalimat ganjil yang diucapkan Rick dan Jason yang kerap membuat bingung Manor -teman baru mereka- terutama ketika mereka berada di kuil Rumah Kehidupan. Yang paling mendebarkan, saat mereka bertiga berada dalam gua penuh ular. Ular berjatuhan, pluk, pluk, pluk (Salut pada penerjemahnya karena dapat meresapi bagian ini dengan baik).

Karakter

Saya tertarik pada Pustakawan Agung, ayah Manor, dan ingin tahu lebih jauh mengenainya (mungkin di buku ketiga?). Profesinya mengundang rasa penasaran, berikut aturan-aturan di tempatnya bekerja. Manor, gadis kecil yang 'menggantikan' Julia bersama Jason dan Rick dengan kebiasaannya berdoa. Mannon, mantan Penyusun Indeks yang tak ragu menyatakan dirinya lebih menyukai uang daripada anak-anak asing yang baru dikenalnya dan tidak gentar menghadapi Talos si buaya. Seperti biasa karakter muncul satu demi satu sehingga tidak jlimet, nama yang dipilih pun singkat-singkat saja.

Konflik

Semua teka-teki di buku pertama mulai mendapat jawaban, meski masih samar-samar. Agaknya penulis sengaja menyingkap 'kabut' ini perlahan saja agar irama yang mencekam tetap terjaga. Misalnya, sosok Ulysses Moore yang tetap misterius (dan makin membuat saya tertarik).

Alih bahasa

Tak perlu berpanjang kata, bintang tiga. Beberapa kalimat yang saya sukai:

Hati percaya apa yang ingin dia percaya (hal. 156)

..tak ada manusia yang bisa mengakui rahasia kegelapan hatinya sendiri." (hal. 157)

---------------------------------------------

 

Diambil dari Blog review buku Rini NB Hadiyono
http://sinarbulan.multiply.com/

Lihat Semua Resensi (1)
Mudah Beli Pulsa