Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » City Of Bones: The Mortal Instruments
Resensi Terbaru
Kisah Persekutuan Melawan Dracula
21 Oct 2014 | Oleh Dewi P.
Jonathan Harker tidak menyangka bangsawan terhormat yang ia layani adalah seorang pria yang...
DNA Abu Nawas
21 Oct 2014 | Oleh Evi Widiarti
“Dengan wajah jelek ini, saya memang susah mendapatkan pacar. Tapi, saya enjoy saja....
City Of Bones: The Mortal Instruments
Oleh:
4.3
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 4.3/5 dari 3 pembaca
Resensi: 1 Resensi
ISBN : 9786028224802
Rilis : 2010
Halaman : 664
Penerbit : Ufuk Press (Ufuk Publishing House)
Bahasa : Indonesia

Tulis Resensi
Rp.89.900

Kategori terkait
Buku Terkait
City Of Thieves
Storm: Seri Elemental Buku 1
City of Ashes: The Mortal Instruments #2
Morning Light
THERAPY Tanpa Saksi, Tanpa Bukti, Tanpa Jejak
I Love to Organize - Panduan Praktis Mengelola Event
The Enchantress, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #6
City of Glass: The Mortal Instruments #3
City of Fallen Angels: The Mortal Instruments #4
City of Lost souls: The Mortal Instruments #5
Buku ini juga dikoleksi oleh :
City Of Bones: The Mortal Instruments
The Mortal Instruments

Oleh: Rilda Larasati
Jumlah: 6 Buku
Dibuat: 05 June 2014
Perfect Chemistry (A Perfect Chemistry Novel) (Paperback)
My Collection So Far...

Oleh: Amilia Hanifah
Jumlah: 27 Buku
Dibuat: 08 January 2014
Divergent
Rak Buku Mutek

Oleh: Mutia Aldina Arafah
Jumlah: 54 Buku
Dibuat: 23 February 2013
Percy Jackson & Dewa-dewi Olympia #2: The Sea of Monster - Lautan Monster
25 Books to Read Before Adapted into 2013 Movies

Oleh: Ade Arisandi
Jumlah: 25 Buku
Dibuat: 05 February 2013
Lihat semua koleksi terkait »

Selama ini Clary yang hampir berusia 16 tahun, mengira dirinya hanyalah anak seorang pelukis biasa. Tapi sejak ibunya diculik dan Clary sendiri hampir mati oleh serangan iblis, ia terpaksa masuk ke dalam dunia baru yang gelap sekaligus menawan, yaitu Dunia Bayangan.

Ternyata sejak ribuan tahun yang lalu, hanya kaum Nephilim (manusia keturunan malaikat) yang membasmi iblis demi melindungi manusia. Mereka disebut Pemburu Kegelapan. Salah satunya adalah Jace yang kasar, sombong, dan luar biasa menyebalkan. Tapi justru itulah yang membuat cowok berambut keemasan itu lebih menggemaskan. Lagipula, bagaimana Clary bisa tahan kalau ada cowok yang selalu siap menerjang iblis, vampir, bahkan manusia serigala demi melindunginya?  

Lalu mengapa iblis mengincar seorang gadis biasa seperti Clary? Bagaimanakah tiba-tiba Clary mendapatkan “penglihatan”, sehingga kini ia bisa melihat peri, warlock, dan nephilim? Para Pemburu Kegelapan pun benar-benar ingin mengetahuinya…

 


Review


“Aku ingin hidup di dalam kisah Mortal Instrumens ini. Sangat indah!”
—Stephenie Mayer, penulis Twilight


Rp.89.900

Pilih Resensi:
City of Bones by Cassandra Clare

City of Bones...
 
Satu lagi buku fantasi yang bercerita tentang nephilim, vampir, manusia serigala, dan sejenisnya. Adalah Clary, seorang remaja wanita yang tadinya “biasa-biasa” saja, yang sehari-harinya bergaul dan berkawan akrab dengan Simon, harus menghadapi kenyataan bahwa Ibunya dan teman akrab ibunya, Luke, merupakan Sang Pemburu Bayangan, nephilim yang lahir dari manusia dan malaikat, dan mempunyai masa lalu yang rumit, tidak seperti kehidupan mereka selama ini yang terkesan datar, dengan pekerjaan ibunya sebagai pelukis.
 
Awal dari terbongkarnya identitas asli Clary yaitu ketika Ibunya menghilang. Clary yang pada saat kejadian sedang berada di suatu cafe melihat hal yang seharusnya tidak bisa ia lihat (karena Simon tidak bisa melihatnya) yaitu segerombol pemburu bayangan yang salah satunya adalah Jace. Maka saat mengetahui bahwa ibunya telah menghilang, maka Jace-lah harapan Clary untuk membantu menemukan ibunya. Di saat pencarian inilah timbul fakta-fakta baru yang seharusnya tidak Clary ketahui, diantaranya ialah bahwa pikirannya secara rutin dihapuskan, hingga tetangga satu apartemennya yang tinggal di bawah apartemennya ternyata juga bukan manusia biasa. Banyak petualangan dan (akhirnya) kisah percintaan yang terjadi di kala Clary dan Jace berusaha untuk menelusuri jejak masa lalu dan terutama mencari ibunya, salah satu kejadian yang sangat mencengangkan ialah ketika Clary akhirnya mengetahui ayah kandungnya, bukan itu saja, ternyata Clary pun punya saudara yang sungguh tidak disangka-sangka.
 
Well, buku ini sangat ringan untuk dibaca, begitu mengalir, dengan font yang tidak terlalu kecil, sehingga tanpa terasa telah banyak halaman yang kita lewati. Namun secara penceritaan, buku ini akhirnya menekankan pada kisah cinta dua nephilim antara Jace dan Clary yang ternyata tidak semulus perkiraan mereka. Karena diam-diam Simon juga begitu mengagumi Clary. Buku ini juga telah menginspirasi adanya komunitas TMI (The Mortal Instrument) Indonesia berdasarkan kisah dan senjata-senjata yang muncul di buku ini.
 
Well, bagi saya pribadi, buku ini kurang begitu menarik, karena seolah dipaksakan bahwa nephilim itu hidup memang seperti manusia biasa, bahkan pikiran saya menerawang melihat Jace itu laiknya Edward Cullen di Twilight Series. Mungkin karena sudah terlalu banyak genre buku sejenis ini, yang membuat saya berpikiran kisah ini terlalu konyol, terlalu fantasi, belum lagi terlalu cinta-cintaan, hingga benak saya sendiri masih belum bisa membayangkan, sebenarnya Jace dan Clary itu makhluk seperti apa.
 
Review oleh: Dani Noviandi

Sumber: http://dn-rmd.blogspot.com/2012/06/city-of-bones-by-cassandra-clare.html
lebih seru daripada Twilight
Oleh: - 06 March 2010

Aku suka alur ceritanya yang cepat, sehingga novel ini jadi lebih seru daripada Twilight. Pengarangnya (Cassandra Clare) juga memasukkan demonology dari bermacam-macam budaya di sini, jadi lebih menarik. Kisah cintanya lumayan membuat gregetan, dan ada banyak kejutan yang tidak biasa.

Tentu saja, Jace jenis cowok bandel yang membuat cewek-cewek tergila-gila, hehehe.


Sumber: http://bookoopedia.com/city_of_bones
Lihat Semua Resensi (1)
Mudah Beli Pulsa