Pencarian Mahir
 
 » Kategori  » Self-Help  » Dua Tangis dan Ribuan Tawa
Resensi Terbaru
THERE YOU'LL FIND ME: MENEMUKAN TUHAN ITU SEDERHANA
21 Dec 2014 | Oleh Evi Widiarti
Sejak kematian Will, kakak laki-laki tersayangnya yang tewas terbunuh dalam ledakan bom di...
INSURGENT: FULL IN ACTION BUT WEAK STORYLINE AND BORING PLOTLINE
18 Dec 2014 | Oleh Evi Widiarti
"Insurgent = Orang yang bertindak sebagai oposisi terhadap otoritas yang mapan , yang tidak...
Dua Tangis dan Ribuan Tawa
Oleh:
4
Silahkan Login untuk memberi rating
Rating: 4/5 dari 1 pembaca
Resensi: 1 Resensi
ISBN : 9786020011813
Rilis : 2011
Halaman : 364
Penerbit : Elex Media Komputindo
Bahasa : Indonesia

Tulis Resensi
Buku tidak tersedia
Kategori terkait
Buku Terkait
Pelajaran Dari Tiongkok
Tiga Manula Jalan-jalan ke Singapura (Extended)
My Stupid Boss Fans' Stories
Tidak ada yang tidak bisa
Why Good Things Happen To Good People
Indonesia, Habis Gelap Terbitlah Terang Kisah Inspiratif Dahlan Iskan
Mimpi Sejuta Dolar
Masak Steak dalam Waktu 30 Menit
1001 Cara Untuk Menjadikan Karyawan Bersemangat
Untold Stories
Buku ini juga dikoleksi oleh :
Dahlan Juga Manusia
Mengenal Dahlan Iskan Lewat Buku

Oleh: ANgel
Jumlah: 19 Buku
Dibuat: 20 July 2012
The Warlock, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #5
Koleksi Buku Populer Random (Maret 2012)

Oleh: Ade Arisandi
Jumlah: 15 Buku
Dibuat: 02 March 2012
Lihat semua koleksi terkait »

Buku catatan CEO ini merupakan tulisan seorang CEO untuk karyawannya.

Tetapi tidak menutup kemungkinan setiap orang dapat mengintipnya apa yang terjadi di PLN.
Perubahan apa yang telah dilakukan Dahlan.

Simaklah isi gebrakannya.
Anda akan tertawa.


Buku tidak tersedia
Pilih Resensi:
Kepemimpinan Dahlan Iskan di PLN

Buku berjudul Dua Tangis Ribuan Tawa ini merupakan kumpulan CEO noted yang dibuat oleh Dahlan Iskan—mantan direktur PLN yang sekarang menjabat Menteri BUMN—selama dia memimpin PLN. Bahasanya yang sederhana, jenaka, namun berbobot, Dahlan membahas pengalaman dan usaha yang dilakukan segenap jajaran karyawan dalam melakukan reformasi di PLN, termasuk rintangan dan keberhasilannya.
 
Dahlan Iskan bukan ahli listrik tetapi wartawan dan entrepreneur media yang menjadi CEO PLN, dengan memakai logika dan common sense dalam menyelesaikan persoalan. Dengan gayanya yang mudah dimengerti ia menulis CEO Noted bagi seluruh karyawannya untuk memberi motivasi. Demikian yang dikatakan M. Jusuf Kalla, mantan wakil Presiden RI dan juga seorang pengusaha. Namun lebih dari itu, CEO Noted tersebut juga menjadi inspirasi perubahan bagi seluruh karyawan PLN untuk menjadi lebih baik memenuhi kebutuhan energi di daerah dan seluruh Indonesia.

Di dalam buku ini kuyup dengan kisah-kisah suka-duka Dahlan Iskan dan para pegawai PLN (yang dikisahkan Dahlan) yang memerlihatkan betapa keputusan-keputusan yang mereka ambil membawa perubahan yang signifikan; pesimis menjadi optimis, lamban menjadi cepat, cacian menjadi pujian, dan sebagainya. Maka secara tidak langsung, ini bisa juga dikatakan kiat-kiat CEO PLN dalam meningkatkan “perusahaan”-nya. Dan melalui CEO Noted inilah pola komunikasi antara pimpinan dan karyawan tetap terjaga secara baik, terbuka, dan blak-blakan.
 
Di CEO Noted ini Dahlan memilih bentuk komunikasi yang tidak langsung. Bentuknya tidak seperti sambutan, tidak seperti imbauan dan bukan pula berisi instruksi. Dia juga menghindari khotbah di dalamnya.
 
Masalah yang paling sederhananya misalnya mengenai pengadaan baju seragam PLN. Banyak di antara karyawan PLN yang hampir 50.000 orang itu mempersoalkan pengadaan baju seragam. Ada yang bilang telah terjadi KKN di situ. Juga permainan komisi. Ada yang menghendaki agar baju seragam diatur per provinsi. Jangan dipusatkan. Bahkan ada yang minta agar seragam diberikan dalam bentuk uang. Masing-masing karyawan bisa membuat sendiri. Permintaan manakah yang Dahlan penuhi?
 

Jika dipenuhi salah satunya akan menimbulkan ketidakpuasan yang lain, dan akan menjadi pembicaraan di kalangan wartawan yang tak henti-hentinya, mengalahkan pembicaraan untuk mengatasi krisis listrik. Maka Dahlan memutuskan: baju seragam dihapus!
 
Dahlan mengatakan bahwa tulisan menjadi sarana paling efektif dan efisien untuk menjangkau karyawan PLN yang tersebar di seluruh Indonesia. Komunikasi lewat tulisan sangat penting agar pikiran-pikiran pemimpin tertinggi di perusahaan bisa menjangkau seluruh karyawan, bahkan hingga level terbawah.
 
Terkait judul buku ini, “Dua Tangis dan Ribuan Tawa” diambil dari salah satu tulisannya ketika enam bulan menjabat Dirut PLN. Selama enam bulan itu, Dahlan menangis dua kali, tetapi bisa tertawa bahagia ribuan kali. Mengapa Dahlan menangis hingga dua kali? Silakan pembaca membacanya langsung.
 
Dan selama di PLN, Dahlan menangis tiga kali. Yang ketiga yaitu saat dirinya harus meninggalkan PLN karena ditunjuk menjadi menteri negara (Menneg) BUMN. []
 
M. Iqbal Dawami, esais.
 


Sumber: http://resensor.blogspot.com/2011/12/kepemimpinan-dahlan-iskan-di-pln.html
CEO Notes
Oleh: - 28 February 2012

Kalimat pembuka dari buku ini membuat saya mentuntaskan membaca isi keselurahan buku sang CEO ini.

Nasihat tapi bukan khotbah
Mau tapi bukan menuruti
Curhat tapi bukan berkeluh kesah
Jengkel tapi bukan marah
Ingin tapi bukan perintah
Pandangan tapi bukan pengarahan

Sepintas saya langsung menduga pasti buku ini akan berisi narsisme seorang CEO dengan memanfaatkan jabatan nya yang juga di kenal oleh masyarakat luas untuk menulis buku. Sudah CEO ngapain juga nyari duit dengan menulis buku seperti beberapa orang yang sudah ada menjadi penulis dan mentor, dan ternyata dugaan saya langsung berhenti ketika membaca dari awal buku ini.

Buku ini berisi catatan seorang CEO sesuai dengan isi kalimat pembuka buku. Melalui CEO Notes Pak Dahlan Iskan saya jadi tahu kenapa tahun 2010 ketika itu Negeri kita mengalami krisis listrik, yah walau sampai dengan hari ini masih tetap terjadi ketika saya menulis review ini saja sedang mati lampu untung ada alat canggih berbahan bakar sangat mahal seperti yang Pak Dahlan Iskan katakan. Selain itu dalam CEO Notes Pak Dahlan Iskan juga menceritakan kondisi keadaan listrik di Negeri kita di bagian Timur Indonesia. Dan bagaimana kita sudah bisa mengatasi krisis listrik ini, walau sampai dengan hari ini status status teman teman saya yang ada di pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua masih berisi nada kesal akan pemadaman lampu yang sangat lama :D

Di setiap akhir CEO Notes nya juga di lampirkan tanggapan dari karyawan karyawan PLN, ada yang merespon positip, di tanggapi dengan pengalaman juga, bahkan juga dengan sindiran negatip.

Semoga PLN semakin maju menjangkau ke pelosok daerah yang membutuhkan,  terlebih daerah daerah di perbatasan Negeri kita yang ternyata mendapatkan supplai listrik dari Negeri lain. Kita belum mengalahkan mereka Pak ternyata :D

Hidup PLN


Sumber: http://catatanhati.blogdetik.com/2012/02/28/review-dua-tangis-dan-ribuan-tawa-dahlan-iskan/
Lihat Semua Resensi (1)
Mudah Beli Pulsa