Sang Alkemis -The Alchemist
    
Hidup adalah apa yang dirasakan dan dijalani hari ini. Masa lalu adalah masa lalu. Masa depan adalah masa depan. Hari ini adalah apa telah kita lewati di masa lalu, dan masa depan tergantung dari apa yang dilakukan hari ini. Artinya, impian yang dibangun seseorang bisa tercapai atau tidak tergantung tindakannya hari ini. Sayangnya tidak semua orang berani membangun mimpinya sejak dia bangun tidur hari ini. Paulo Coelho seperti berpesan dalam bukunya ini; bahwa saat kita bergerak mengejar impian kita, maka seluruh semesta akan bergerak ke arah yang sama pula untuk membantu upaya pencapaian impian tersebut. Sang Alkemis-The Achemist. Buku ini merupakan kisah perjalanan hidup seorang anak laki – laki bernama Santiago di Andalusia. Sejak kecil, Santiago sangat menyukai berkelana. Saat ayahnya menyarankan untuk masuk sekolah seminari, dia menentangnya. Akhirnya sang bapak menyerah dan membekali anaknya untuk menjadi penggembala, karena pada saat itu menjadi penggembala domba lebih mudah berkelana dibanding pekerjaan lainnya. Maka dimulailah perjalanan Santiago ini, dalam perjalanannya dia bermimpi yang artinya kurang lebih dia akan mendapat harta karun di dekat piramida-Mesir. Santiago bingung, bagaimana dia bisa sampai di Mesir? Haruskah menjual domba-dombanya? Suatu ketika dia bertemu Raja Salem yang memberi petunjuk perjalanan ke Mesir, namun dia meminta bayaran 1/10 dari domba milik Santiago. Sang Raja Salem berpesan “ Di saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya” hingga membuat Santiago dapat bertahan dalam perjalanannya. Saat sampai di Oasis dia bertemu dengan Fatima, cinta sejatinya. Karena kemampuanya membaca keadaan dan pertanda, dia disambut baik dan diberi hadiah banyak oleh Penguasa Oasis. Santiago bimbang, menetap di Oasis bersama orang yang dikasihinya, ataukah meneruskan perjalanan dan mendapat harta karun di Mesir? Saat bimbang itulah, Santiago bertemu sang Alkemis, lelaki tua yang bijaksana dan berpengetahuan luas, dia memberi nasehat bijak dan membantunya sampai di Mesir. Maka berangkatlah Santiago ditemani Sang Alkemis menuju Mesir. Dalam perjalanan di tengah gurun, Sang Alkemis bercakap-cakap dengan dengan Santiago, dia berkata: " Aku masih hidup," katanya pada si anak, sambil makan serenceng kurma pada suatu malam, tanpa nyala api unggun, dan tanpa cahaya bulan. "kalau sedang makan, hanya urusan makanlah yang kupikirkan. kalau sedang berjalan, aku berkonsentrasi pada urusan berjalan. kalau aku mesti bertarung, mau mati hari apa pun tidak ada bedanya bagiku. Sebab aku tidak hidup di masa lalu ataupun masa depan. Aku hanya tertarik pada saat ini. berbahagialah orang yang bisa berkonsentrasi hanya untuk saat ini. Akan kau lihat bahwa di gurun ini puna ada kehidupan, di langit sana bintang-bintang bersinar, dan suku-suku berperang karena mereka bagian dari umat manusia. Hidup ini akan terasa seperti pesta bagimu, suatu festival meriah, sebab hidup ini adalah saat yang kita jalani sekarang ini." (hal 109)
Bagaimana kisah Santiago selanjutnya? Akankah di menemukan harta karun di Mesir? Simak kisah inspiratif ini di Buku Karya Paulo Coelho – Sang Alkemis. Yang akan mengantar Anda pada sebuah pertanyaan besar; Sudahkah Anda bangun impian Anda hari ini? Paolo Ceolho, yang telah banyak menulis kisah yang banyak menyentuh hati dan menyentuh ranah spiritual, seperti The Fith Mountain, Eleven Minutes,The Zahir dan lain-lain,tetap menulis dengan kesederhanaan, tidak menggebu-gebu dan sarat dengan kearifan. Sebuah buku bacaan yang sangat layak untuk bahan perenungan. |