Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
Buku ini dilatarbelakangi oleh gambaran problematika moneter & perbankan di negara Amerika Serikat, walau runtutannya disampaikan secara singkat namun terasa utuh untuk memahami betapa bahayanya...
Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita menceritakan lima dongeng beragam, dengan karakter magisnya masing-masing, yang akan menghadirkan kegembiraan, tawa, Dan ketegangan bagi para pembaca.
Catatan tambahan untuk setiap cerita yang ditulis langsung oleh Professor Albus Dumbledore pasti akan dinikmati semua orang, baik Muggle ataupun kalangan penyihir. Seperti biasa Professor Dumbledore membahas pelajaran-pelajaran moral yang bisa didapat dari kisah-kisah ini, juga membocorkan sedikit informasi mengenai kehidupan di Hogwarts.
Ini adalah buku ajaib, lengkap dengan ilustrasi sang penulis sendiri, J. K Rowling. Kisah-kisahnya akan terus kausimpan dalam hati selama tahun-tahun mendatang.
Catatan
Royalti buku ini akan didonasikan kepada Children's High Level Group.
Children's High Level Group (CHLG) berkampanye untuk melindungi Dan mempromosikan hak-hak anak, serta membuat kehidupan anak-anak yang rentan menjadi lebih baik.
Anda penggila Harry Potter? Tentu kenal dengan sahabat karibnya yang bernama Hermione Granger dan Kepala sekolah sihir Hogwarts Profesor Albus Dumbledore.
Lantas kenapa dengan kedua tokoh tersebut? Karena eh karena dalam buku J.K Rowling terbaru terdapat nama mereka. Tapi ini bukanlah buku Harry Potter ke-8 (yaiyaaaalaaahhhh……kan Seri Harry Potter udah tamat di Seri 7!!!).
Buku ini, adalah “ranting” dari serial Harry Potter. Jadi masih terkait dengan Hogwarts, cerita-cerita dalam buku ini sebenarnya ditujukan untuk penyihir-penyihir cilik yang sedang menimba ilmu sihir di sekolah itu. Kisah-kisah ini hampir sama dengan yang sering kita dengar sebagai dongeng sebelum tidur, ya, bagaimanapun penyihir meskipun mereka menyebut kita sebagai Muggle –manusia biasa yang tidak punya darah penyihir- tapi toh mereka juga ‘manusia’. Dan kurang lebih kisahnya masih bisa dinalar sebagai kisah hitam-putih, di mana yang jahat akan mendapat hukuman setimpal dan si baik akan menerima pahala.
Beedle sang Juru Cerita yang pernah hidup di abad kelima belas dan masih menjadi misteri tentang kehidupannya. Digambarkan Beedle ini memiliki janggut yang sangat panjang.
Dan sebagai penyihir yang juga ‘manusia’, mereka tentu juga memiliki kelemahan-kelemahan serta sebagai mahluk Tuhan yang tidak bisa menghidupkan orang atau mahluk yang sudah meninggal.
Dalam setiap akhir kisah ini, ada review atau ulasan dari Profesor Dumbledore, jadi ceritanya setiap reviewer yang mereview buku ini, akan bersaing dengan review versi Profesor itu..hehhehe…
Kisah-kisah Beedle ini, awalnya ada dalam bahasa Rune Kuno yang kemudian diterjemahkan oleh Hermione Granger kemudian ditulis ulang oleh J.K Rowling. Bahasa Rune Kuno itu seperti apa? Rune adalah suatu sistem penulisan, bukan bahasa. Selain itu, simbol-simbol Rune Kuno memiliki lambang/arti tertentu, yang dapat juga digunakan untuk meramal. Rune biasanya ditulis di atas perkamen maupun media lain seperti kayu/batu. (http://babbybathancientrune.blogspot.com)
Abjad Rune ialah sekumpulan huruf yang dahulu digunakan untuk menuliskan bahasa Jermanik, khususnya di Skandinavia dan Kepulauan Britania sebelum datangnya Kristen. Variannya di Skandinavia biasa disebut sebagai Futhark (atau Fuþark) dan di Inggris kuno sering disebut sebagai Futhorc akibat perubahan suara. Namun, huruf A pertama pada Futhark dibunyikan lewat hidung, sehingga lebih mendekati huruf O. (Keterangan selengkapnya bisa dilihat di Wikipedia)
Dalam buku ini terdapat 5 kisah tentang penyihir dan karena kita sebagai Muggle yang kurang begitu mengerti dunia sihir, akan terdapat catatan kaki untuk menjelaskan makna yang dimaksud yang akan ditulis oleh Profesor Dumbledore.
Judul-judul dari kisah itu adalah: Sang Penyihir Dan Kuali Melompat Air Mancur Mujur Melimpah Penyihir Berhati Berbulu Babbity Rabbity Dan Tunggul Terbahak Kisah Tiga Saudara
Saya akan sarikan salah satu kisahnya yaitu Penyihir Berhati Berbulu. Alkisah ada seorang penyihir muda yang tampan, kaya dan berbakat yang tidak begitu percaya dengan cinta dan menganggap bodoh orang-orang yang sedang jatuh cinta, terlebih mereka yang sedang jatuh cinta tindakannya juga sering aneh-aneh dan bodoh. (tapi bukankah semua orang memang begitu ya, kalo sedang jatuh cinta?..hehehhhe..)
Maka dengan kekuatan sihir hitamnya, dia “berlindung” untuk tidak jatuh cinta dan meletakkan hatinya dalam sebuah kotak sehingga dia tidak bisa merasakan apapun yang berhubungan dengan rasa terhadap orang lain, termasuk saat orang tuanya meninggalpun dia tidak merasa sedih sedikitpun.
Sampai pada akhirnya dia dipertemukan dengan seorang gadis jelita, namun karena dia tidak memiliki hati maka dia hanya ingin memanfaatkan si gadis untuk membuktikan pada orang-orang bahwa dia bisa memikat gadis dan akan menikah dengannya.
Si gadis yang baik hati, melihat ada yang janggal dengan penyihir itu lalu diapun bertanya: “Bicaramu sangat baik, Penyihir, dan aku akan sangat senang menerima semua perhatianmu, jika saja aku yakin kau punya hati!” (hal. 77).
Lalu si Penyihir mengajak gadis itu untuk mengikutinya untuk menunjukkan hatinya yang terdapat dalam sebuah kotak kristal ajaib, dan hati itu masih berdetak! Karena lama tidak pernah merasakan apa-apa, hati itu sudah menyusut dan tertutupi bulu-bulu hitam dan panjang. Dan karena ingin membuktikan bahwa dia punya hati, maka diapun memainkan sihirnya kemudian memasukkan kembali hati itu ke dalam tubuhnya.
Karena hati itu begitu lama terkurung dalam kotak, dia ibarat harimau lapar yang dilepas dari kandang. Dan apakah yang terjadi? Akhirnya dia menjadi buas dan merobek-robek dada si gadis hingga dia tewas. Setelah itu dia menggenggam hati yang besar, halus dan mengilap dan bersumpah ingin mengganti hatinya dengan hati si gadis.
Tapi ternyata, kekuatan sihirnya tidak mampu melawan hatinya sendiri yang telah terlanjur melekat di tubuhnya. Akhirnya dengan marah dia membuang tongkat sihirnya dan mengambil belati kemudian merobek sendiri dadanya. Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Diapun akhirnya tewas sambil memegang dua hati, dan ilmu sihirnya tak kuasa memberinya kekebalan pada tubuhnya sendiri.
Ini termasuk kisah yang cukup kelam, dan menurut Profesor Dumbledore, sebagian besar orang tua tak mau menceritakan kisah ini kepada anak-anak mereka sebelum tidur jika mereka tidak cukup besar karena takut akan dihantui mimpi buruk. Kisah ini sebenarnya adalah salah satu cermin dari diri kita, di mana masing-masing dari kita, memiliki sisi gelap yang ingin kebal terhadap segala sesuatu namun kenyataannya kita tak bisa menghindarinya.
Siapapun dia penyihir ataupun Muggle, adalah mahluk yang tidak akan bisa lari dari rasa sakit baik fisik maupun mental serta emosional, kecuali dia telah mati. Dan kematian pulalah yang akhirnya dituai oleh Penyihir muda itu saat puncak ‘pencarian kekebalan’-nya begitu menguasai dirinya.
Kisah-kisah yang lain juga memiliki sarat makna. Meskipun Anda bukan seorang penyihir tapi sebagai dongeng abadi kisah-kisah Beedle ini bisa sebagai pilihan selain kisah-kisah yang sudah kita akrabi seperti Cinderella,Pinokio dan lain-lain.
Bukunya mungil dan memakai hardcover, dan kertas bagian dalamnya agak tebal berwarna kecoklatan. Sangat ringan dan didalamnya terdapat ilustrasi yang dibuat oleh J.K Rowling sendiri, sangat menarik.
Tentunya J.K Rowling memilihkan untuk Anda karena dia ingin berbagi kisah ini dengan Anda. Serta berbagi dengan anak-anak lain, karena royalty buku ini, akan juga didonasikan kepada Children’s High Level Group yang berkampanye untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak anak serta membuat kehidupan anak-anak yang rentan menjadi lebih baik, tapi tentunya bukan anak-anak penyihir!!
Resensi Pembaca
Beedle Of The Bard Oleh: Arimbi - 02 June 2009
Harga, sebagai komponen yang cukup penting dalam pembelanjaan buku [khususnya para pemburu diskon seperti saya], boleh jadi membuat Anda melotot ketika mendapati buku yang disemati bandrol Rp 50.000,00 ini. Pasalnya kecuali berformat hardcover, karya J.K. Rowling satu ini relatif tipis dan hanya berisi lima cerita pendek. Namun tidak menjadi masalah tentunya bagi para penggemar serial Harry Potter, terlebih di sononya The Tales of Beedle the Bard semula dicetak sangat terbatas. Hanya tujuh eksemplar, ditulis tangan dan dibubuhi ilustrasi oleh sang pengarang sendiri. Menembus angka £1.95 juta saat dilelang tahun 2007 – harga tertinggi untuk karya sastra modern, buku ini diterbitkan untuk umum dan seluruh royaltinya digunakan untuk sumbangan The Children’s High Level Group.
Kelima kisah yang dimuat dalam buku ini relatif sederhana dan masih cocok untuk dibaca anak-anak usia pra remaja. Banyak pelajaran yang dapat direngkuh, semisal betapa berbahayanya keserakahan sehingga mendatangkan maut [Kisah Tiga Saudara, hal. 117] dan ketidakpedulian pada penderitaan sesama yang menyebabkan seorang penyihir muda tidak tenang setiap harinya [Sang Penyihir dan Kuali Melompat, hal. 23]. Memang bukan dongeng biasa yang sekadar memberikan reward and punishment atau akhir bahagia selama-lamanya. Yang paling saya sukai adalah Air Mancur Mujur Melimpah [hal. 45] karena mengandung hikmah besar bahwa jawaban setiap persoalan sebenarnya ada dalam diri sendiri.
Saya bukan penyuka Harry Potter dan tidak membacanya pula, sehingga catatan Profesor Dumbledore lebih sering dilewatkan. Meski demikian, ide kreatif J.K. Rowling dan upayanya untuk mengumpulkan donasi bagi anak-anak yang terabaikan di panti asuhan layak diapresiasi positif.