Love, Hate & Hocus Pocus
    
Novel Metropop. Dari genre-nya bisa diraba dalam Novel Love,Hate & Hocus Pocus ini, bagaimana situasi yang ingin ditonjolkan oleh penulis. Kehidupan serba abad millennium, label, gaya hidup metroseksual, sosialista dan kehidupan lain yang tidak jauh dari gaya hidup metropolitan.. Karla M. Nashar, menawarkan ide tentang percintaan abad 21 versi dia yang berkisah tentang 2 orang tokohnya yaitu Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Troy digambarkan sebagai sosok terkenal,metroseksual (lengkap dengan perawatan yang berhubungan dengan krem-krem kecantikan..). Sebagai selebrity Troy cukup punya reputasi bagus dan laris sebagai model di berbagai majalah pria. Adapun kenapa dia harus bekerja sama dengan Gadis, karena mereka bekerja di perusahaan yang sama dan Troy adalah Manager Marketing Seniornya Gadis. Gadis sangat tidak menyukai style Troy yang sangat ‘bule wannabe’, tergila-gila pada merk, berbicara sok keminggris padahal dia Indonesia tulen,dalam benak Gadis Troy ini 'engga banget deh!' Sedangkan Troy menganggap Gadis “she's absolutely not my type”.
Secara ide mungkin tidak ada sesuatu yang luar biasa. Namun secara penyampaian, Karla boleh dibilang cukup jago membuat pembacanya tidak bosan membaca. Bukankah sebuah kisah itu, menarik dan tidak menariknya tergantung dari cara menyampaikannya bukan? Gaya bicara Troy yang selalu menggunakan bahasa Inggris dan terasa sinis kemudian sikap Gadis yang terasa energik dan meletup-letup membuat kisah ini menjadi menarik. Gadis dan Troy awalnya saling membenci satu sama lain. Persamaan mereka berdua adalah tidak mempercayai apapun yang berhubungan dengan sesuatu yang mistik,dukun,feng-sui dan lain-lain. Namun energi kebencian pada hal yang sama itu rupanya menarik perhatian seorang peramal gypsi misterius dari eropa yang hadir dalam acara pesta ulang tahun kantor, demi mendengar mereka berdua tertawa paling keras manakala sang gypsi menunjukkan kemampuannya. Singkat cerita, Troy dan Gadis menyadari ada yang tidak beres dalam hidupnya ketika terbangun di suatu minggu pagi dan mendapati mereka berdua dalam satu ranjang tanpa sehelai benangpun melekat di tubuh! Segala hal yang telah terjadi selama 13 hari sebelumnya berseliweran dibenak nereka berdua. “Harus ada yang membayar lelucon tolol ini!” jerit Gadis dan Troy histeris manakala menyadari keanehan luar biasa yang mereka alami itu. Lantas apa yang akan terjadi begitu Troy tahu ternyata Gadis sudah dalam keadaan hamil? Apakah setelah menyadari mereka telah menikah dan sebuah cincin perkawinan melingkar di jari masing-masing, mereka akan tetap melanjutkan perseteruannya? Jika dibahas semuanya tentu tidak ada lagi kejutan-kejutan yang seharusnya menjadi ‘hak’ pembaca. Sebagai pengisi waktu, buku ringan dan kocak ini sangat cocok menemani waktu luang Anda. Selain desain sampulnya yang unik dan kertasnya yang ringan, sehingga tidak berat ketika ingin dibawa kemana saja. |