Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Debby Gontha
(Pengusaha dan Penikmat Sastra)
Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh...
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...
"Buku ini merupakan usaha serius dari seorang penulis dalam upaya menyingkap hakekat kemanusiaan (utamanya tentang emosi). Tidak hanya sebatas melakukan kajian atas ayat-ayat Al-Qur'an sebagai ayat yang tertulis, ia juga berusaha mengamati ayat-ayat kauniyah yang terhampar.
Hasil pembacaan saya terhadap buku ini, setidaknya, ada dua hal yang bisa saya hadirkan. Pertama, detailisasinya tentang teori-teori yang berhubungan dengan emosi manusia, baik dari Timur maupun Barat. Bahkan, karena kepiawaiannya dalam meramu teori-teori itu, buku ini sangat kaya akan berbagai informasi baru. Kedua, kedalamannya dalam menampilkan perpektif lain dari kajian tafsir Al-Qur'an sehingga buku ini benar-benar sebuah khazanah baru dalam kajian Al-Qur'an.
Buku karya M. Darwis Hude ini layak dipertimbangkan sebagai bahan primer dalam kajian-kajian akademis, terutama bagi Anda yang manaruh minat besar terhadap studi Psikologi Qur'ani. Tanpa mengurangi bobot ketajamannya dalam menganalisis setiap fenomena yang berhubungan dengan emosi manusia, buku ini juga menawarkan hal-hal detail lain yang jarang terungkap dalam buku-buku sejenis."
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA (Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran - Jakarta)
Buku yang sangat bagus yah,, saya sebagai anak muda mulai memahami emosi itu sendiri...
Dan emosi tu bukan dalam konotasi sempit yaitu marah, namun mencakup semua perasaan dalam hati manusia. Cocok dibaca ketika hati sedang gundah gulana dan dalam kesepian hati. Anak muda, iqra !