Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
Hal pertama yang mengesankan dan membuat 'betah' membaca novel grafis ini adalah gambarnya yang lucu. Dengan ciri khas orang yang bulat, hidung bulat, dan wanita cantik yang digambarkan...
Kalau kita mencari mengenai solusi iman dan perjuangan hidup di buku ini mungkin tidak kita dapatkan, karena buku ini Anne Lamott menceritakan kesaksian iman nya dalam keseharian menyikapi masalah...
“Kurasa kami membuat Lorong Jeritan menjadi terlalu menakutkan karena di tengah-tengah permainan, Shane meringkuk seperti bola di kolong tempat tidur. Kami berusaha membuatnya merangkak...
"Saya Winnetou. Saya disebut Kepala Suku Apache. Saya menulis untuk suku saya. Dan saya menulis untuk semua, segenap umat manusia di pelosok bumi. Kiranya Manitou yang Mahaagung dan Mahabaik merentangkan tangannya ke atas suku ini dan ke atas semua orang yang berkehendak baik dengan mereka!" ...
"Sebuah benih ajaib telah disemaikan Old Shatterhand ke dalam hati saudaranya Winnetou. Benih itu akan menghasilkan buah-buah lezat. Kembang-kembangnya akan menebarkan harum semerbak tiada henti. Dan tunas-tunas dari bijinya tak akan berhenti bertumbuh. Bukan dalam hitungan jam, dalam beberapa menit lagi seluruh musuh kalian akan memohon untuk diterima ke dalam klan Winnetou. Apa keinginan mereka akan dikabulkan?"
Tigapuluh tahun setelah kematian Winnetou, Old Shatterhand menerima surat yang misterius, baik dari teman atau lawannya. Ia tidak bisa mengelak dan terpaksa memenuhi tantangan berduel dari musuh bebuyutannya seperti Tangua, Kepala Suku Kiowa, ataupun To-kei-chun, Kepala Suku Comanche Racurroh. Rupanya, arwah Santer si pembunuh ayah dan adik Winnetou itu--juga ikut membayanginya. Dunia serasa berhenti berputar ketika ia harus mengunjungi Nugget-tsil alias Gunung Emas, tempat surat wasiat Winnetou disembunyikan. Ia juga harus mengunjungi kembali Danau Kelam, tempat emas Winnetou tenggelam di danau itu.
Inilah buku terakhir dari Tetralogi Winnetou, karya pamungkas Karl May yang berbicara tentang perdamaian dunia dan kesetaraan di antara bangsa-bangsa. Ditulis pada 1908 dan diterbitkan sebagai buku pada 1910, tapi isinya rupanya masih relevan untuk masa kini, 100 tahun kemudian.
Winnetou IV: Ahli Waris Winnetou Oleh: Rosalia Meryana - 06 August 2008
Menurut-ku semua buku2-nya Karl May layak dibaca.. Kata2nya bagus, nyaman di hati, tema yg diangkat pun selalu tentang persahabatan, perdamaian dan kesetaraan. Walo di tulis seratusan tahun yg lalu pun tetap aja relevan karena itu selalu terjadi di setiap era kehidupan.
Buku ini ditulis setelah Karl May dan istri (ke-2) nya Klara mengunjungi Amerika tahun 1908, dan juga berkisah tentang kunjungan Old Shatterhand dan istrinya Klara ke mount Winnetou. Tentu bukan tanpa alasan, karena mereka berdua (khususnya Old Shatterhand) amat sangat ditunggu oleh kawan maupun lawannya.
30 tahun sudah kematian Winnetou, setelah sekian lama akhirnya Old Shatterhand menemukan wasiatnya yg memang hanya ditujukan untuknya. Uff..uff.. keren. Winnetou ada dimana2..
Sebenarnya Karl May masih merencanakan 1 buku lagi yaitu Surat Wasiat Winnetou (Winnetou V), sayang buku ini ga pernah ada..