Ayo ikut Lomba Review Buku yang ada di Bookoopedia!
Cara ikutannya gampang banget, cuma belanja buku apa saja minimal senilai Rp. 20.000 di Bookoopedia Anda sudah berhak ikutan lomba dan mereview buku Fiksi dari penerbit mana saja yang Anda sukai dan dapatkan hadiah Voucher belanja buku total senilai Rp.400.000.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada Pelanggan, maka seluruh staff akan menjalankan training diluar kota pada tanggal 29 Oktober - 1 November 2008. Oleh karena itu, selama masa training, order akan diproses dan dikirim pada tanggal 3 November 2008.
Dapatkan harga khusus buku Tetralogi Laskar Pelangi, untuk pembelian buku lokal apapun senilai minimal 100ribu rupiah. Anda berhak membeli 1 buah buku Tetralogi Laskar Pelangi seri pertama, kedua, atau ketiga dengan diskon sebesar 50%. Promosi berlaku untuk kelipatan.
aq kra yg nulis noevl ini tuch udh ank kuliahan...
stlah q liet" lagi ternyata s'umuran ama q..
emang yach ank" s'umuran qt tuch banyak talent nya..Hehehehehehe
duch,,ceritanya...
DJAKABAIA (Djalan-djalan dan Makan-makan di Soerabaia) merupakan sebuah buku panduan berwisata kiliner di kota Surabaya. Yang menjadi nilai plus untuk buku ini adalah tampilan dalamnya yang full...
Beberapa jam setelah Anna lahir, ia sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Setelah itu Anna menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan agar Kate bisa melawan leukemia yang sudah dideritanya sejak kanak-kanak. Memang, untuk tujuan menyelamatkan hidup Kate-lah, Anna dilahirkan. Dan saat ini, ibunya meminta Anna menyumbangkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.
Menginjak usia remaja, Anna kini mulai berani mempertanyakan tujuan hidupnya.... Sampai kapan dia harus terus menjadi penyuplai kebutuhan kakaknya? Hingga akhirnya dia mengambil keputusan untuk menggugat orang tuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. Keputusan yang membuat keluarganya terpecah dan mungkin berakibat fatal untuk kakak yang teramat disayanginya.
Jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk?
Apa komentar sang Ahli tentang buku ini?
“Buku yang indah, memilukan, kontroversial, dan jujur.”
---Starred Review, BOOKLIST.
“Mengeksplorasi topik yang kompleks dengan lantang dan jernih, dan berakhir pada kesimpulan yang mengenaskan, serta tak terduga.”
---Publisher’s Weekly.
“Novel yang dirangkai indah ini akan merenggut perhatian pembaca dengan topik yang mengejutkan….”
---PEOPLE magazine.
“MY SISTER’S KEEPER adalah bacaan yang menggetarkan hati.”
Aku gak bisa membayangkan, bagaimana rasanya dilahirkan dalam keluarga dengan salah satu saudara kita ada yang menderita kanker ganas dan yang bisa menyelamatkannya hanya kita.
Hal ini terjadi pada diri Anna, meskipun dia sangat menyayangi kakaknya, dan terus terang dalam keadaan yang sangat mencekam itu (dalam arti sewaktu-waktu kakaknya ' Kate ' bisa meninggal karena kehabisan darah dan keberadaan Anna akan menolongnya kembali dengan mendonorkan segala sesuatunya) mereka dapat menjalaninya dengan normal dan BAHKAN selalu akrab dan bercanda-tawa seperti anak-anak remaja pada umumnya. Mereka tetap bertengkar memperebutkan CD, kutex, pakaian, dan memperdebatkan opera sabun. Hal ini justru sangat mengharukan buatku.
Tapi Anna tidak bisa selamanya berdiam diri dengan merelakan organnya diberikan pada Kate terus-menerus. Hingga akhirnya ketika ginjal Kate sudah bermasalah dan Ibu mereka menginginkan Anna memberikan salah satu ginjalnya. Hal ini membuat Anna memberanikan diri mendatangi pengacara dan MENUNTUT keluarganya sendiri dengan gugatan ingin mendapatkan kebebasan medis untuk dirinya sendiri. Meskipun Anna baru berusia 13 tahun tapi pemikirannya dan ketegasannya layak diacungi jempol. Hal ini pun sangat berat untuk Anna, yang artinya dia melawan Ibunya sendiri dan akan membiarkan Kate meninggal.
Apakah Anna egois?
Menurut saya tidak demikian, Anna benar...Ibunya benar..Ayahnya benar...semua tidak salah. Hanya saja dalam mencapai sesuatu tujuan pasti ada resiko dan pertentangan akibat perbedaan pandangan dan pendapat. Sebagai seorang donor permanen Kate, apa yang Anna lakukan benar meskipun itu menjadikan dia menentang keluarganya dan Ibunya melakukan itu untuk menyelamatkan anaknya yang lain.
Meskipun mereka sedang dalam konflik akibat gugatan Anna dan keadaan Kate yang kian memburuk, tetapi diluar sidang, pengadilan, dan rumah sakit..mereka tetap keluarga biasa dan Anna dalam usianya yang masih 13 tahun tetap membutuhkan sosok Ibu dan Ayahnya, Ibunya pun memahami kondisi ini dan tetap berperan sebagai seorang Ibu.
Dalam satu adegan dan menurutku ini adalah bagian favoritku, ketika Kate baru selesai menjalani Kemoterapi yang kesekian kali dia botak merasa aneh dan malu untuk keluar rumah, Ibunya ' Sara' melihat keadaan Kate dan dengan spontanitas yang tidak terbayangkan, Sara mengambil pencukur dan mencukur rambutnya sendiri hingga botak, Kate sempat panik dan mempertanyakan apa yang dilakukan Sara, tetapi Ibunya hanya menjawab "Ini hanya rambut toh nanti akan tumbuh lagi", Kate kemudian tersenyum, Anna yang saat itu masih kecil naik ke pangkuan Sara dan merengek-rengek minta dicukur juga. Jadilah trio botak Ibu dan anak-anak perempuannya berjalan-jalan mengelilingi mall dengan bergandengan tangan dan tersenyum riang, semua orang melihat mereka dan berbisik-bisik betapa cantiknya mereka bertiga.
Novel yang bagus....Penyelesaiannya sangat tidak terduga dan 'adil' untuk semua pihak, penggambaran pemikiran tokoh-tokohnya sangat menarik. Gaya penceritaannya menghipnotis dan kita bisa melihat dari sudut pandang semua tokoh. Novel ini berkelas dan LAYAK dijadikan koleksi.
My Sister Keeper: Penyelamat Kakakku Oleh: Rosalia Meryana - 15 May 2008
Awal2 baca ga begitu menarik, hampir bosan... kemudian pakai cara terbalik dari belakang baru ke depan. Baru d ga bisa lepas dari buku ini.
Cerita keluarga yg sungguh mengharukan, bagaimana orang tua bersikap saat mempunyai anak (Kate) yang hidupnya selalu berputar di RS, dan satu2-nya yg bisa menolong hanya Anna, sang adik. Sedangkan Anna yang saat itu berumur 13 tahun merasa capek dengan keadaannya yg selalu mendonorkan tanpa dimintai pendapat, akhirnya pergi ke Pengacara karena tidak mau mendonorkan ginjalnya yg sangat berarti bagi Kate.
Bener2 keadaan yang membingungkan...dan dengan ending yg bagus.
Ini pertama kali aku baca karyanya Jodi Picoult dan kekuatan buku ini di gaya penceritaan-nya yg per tokoh. Tiap tokoh dengan pilihan huruf yg berbeda2 lengkap dengan konflik pribadinya jadi-nya serasa menonton film dan terlarut dalam emosinya.
Menghanyutkan Oleh: Intan - 28 April 2008
"Namun dalam hidupku, dalam gedung yang terbakar itu, salah satu anakku ada di sana dan satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkannya adalah dengan mengirim masuk anakku yang lain, karena dia satu-satunya orang yang tahu jalan ke sana. Apakah aku tahu aku mengambil resiko? Tentu saja. Apakah aku sadar aku mungkin akan kehilangan mereka berdua? Ya. Apakah aku mengerti bahwa mungkin tidak adil memintanya melakukan itu? Jelas aku mengerti. Tapi aku tahu itulah satu-satunya kesempatan yang kumiliki untuk mempertahankan meraka berdua. Apakah itu legal? Apakah itu bermoral? Apakah itu gila, bodoh, atau kejam? Aku tidak tahu, tapi aku tahu itu hal yang benar.” -halaman 499-
Apa yang benar? Apa yang salah? Apa yang bermoral? Apa yang tidak bermoral? Lepas dari moral dan etika menurut gw setiap orang berhak melakukan hal yang dianggap benar. Seperti Anna yang menolak untuk menjadi donor, itu haknya walaupun kita akan mempertanyakan kasih sayangnya pada kakaknya. Memaksa anak untuk mendonorkan ginjal seperti Sara bukan hal bisa dianggap benar, yang benar adalah kasih sayangnya sebagai ibu.
Cara penceritaan yang per karakter membuat kita tahu konflik batin masing2 karakter. Gw baru pertama kali ini baca gaya penceritaan yang seperti ini. Ditutup dengan ending yang tidak terduga tapi menurut gw merupakan akhir yang membuat semua karakter mendapatkan yang mereka inginkan tapi dengan cara yang berbeda dari yang mereka harapkan.
Buku wajib baca. Menghanyutkan, membuat kita tenggelam untuk membaca sampai halaman terkahir. Gw masih tenggelam dan addicted sama nih buku bahkan lebih dari Harry Potter. Bukan membandingkan but it’s the truth. Membuat gw ingin memiliki keberanian seperti Anna.