Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
TUAN LEONOWENS SP DI ANTARA MAESTRO SASTRA DUNIA
Penulis: Inge Putri Darmawansyah
Sungguh saya tidak habis berpikir kepada kedahsyatan tulisan sastrawan dunia Leonowens...
Buku ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman flex yang merupakan sebuah era baru teknologi internet yang kaya dan interaktif. Pembahasan buku ini meliputi pengenalan pemrograman flex beserta contoh...
AKU yang masih lajang jatuh cinta pada Tjandra. Aku tak bisa bilang Tjandra ganteng, tapi dia manly sekali. Bukan macho dengan otot berbongkah-bongkah, tapi dia memberi kesan “laki-laki sejati.” Apalagi dengan parfum atau sabun beraroma rempah-rempah yang selalu samar tercium. Masalahnya, aku gendut dan kurang cantik. Maka ketika aku mulai bergaul dengan Tjandra, tanpa seorang pun tahu, aku mulai mengkonsumsi obat pelangsing. Kalau makan di restoran, kukatakan pada Tjandra bahwa aku sedang berusaha menjadi vegetarian sehingga aku hanya makan salad sayur atau buah. Kukunjungi juga dokter kulit langganan para artis dan menyumpahinya dalam hati setelah kulit wajahku tetap saja tak bisa sehalus pipi bayi meskipun sudah kutambahkan banyak rupiah ke dalam koceknya. Tapi ketika akhirnya Tjandra melamar, aku mendadak kehilangan percaya diri. Jadi bagaimana akhirnya? Haruskah kuterima atau kutolak saja lamaran Tjandra? . Dengan gayanya yang khas, ringan dan dewasa, buku ini memuat 18 cerita pendek yang berkisah mengenai romantika dunia wanita lajang di kota metropolitan. Cerpen-cerpen Tina K dikenal banyak menjadi patron para pengarang cerpen muda pada zamannya. Pengarang novel "Ma Yan" Sanie B Kuncoro mengakui hal itu. "Tina K menjadi patron di masa awal proses kreatif saya sebagai penulis. Jalinan cerita yang inspiratif dengan gaya bahasa lembut namun tak mendayu, menjadikan karya-karyanya selalu menarik untuk dibaca ulang. Bahkan hingga saat ini." Sementara, penulis memoar "The Four Fingered Pianist" Kurnia Effendi mengakui, kekuatan Tina K. terdapat pada peleburan narasi ke dalam percakapan. Dari sana, dengan sendirinya terlahir karakter para tokoh. Pertautan antardialog menunjukkan jalan cerita. Seluruhnya terjalin menjadi kisah yang lincah, menggelincirkan emosi pembaca. "Itu sebabnya kita mudah sekali jatuh cinta atau terjun ke dalam patah hati yang dalam, saat membaca cerpen-cerpennya. Bagi saya, Tina K adalah “guru fiksi” yang tak merasa ilmunya saya curi," ujar Kurnia yang juga dikenal sebagai penulis cerpen.
Adek Alwi, ex pengasuh Majalah Anita Cemerlang yang dianggap 'melahirkan' pengarang ini melihat dua hal yang mewarnai cerpen-cerpen Tina K. Pertama, bahasanya gesit, cergas-cerdas; sesuatu yang sudah tampak pada cerpen pertamanya di awal tahun 1981. Kedua, ia pandai memadukan bentuk dan isi sehingga pesan hadir wajar, tak disodokkan dan kita mendapat sesuatu tanpa merasa digurui.
Di antara belantara buku-buku cerita fiksi yang sedang menjamur saat ini. Yang menawarkan berbagai macam cerita dengan bumbu-bumbu penyedap yang banyak mengandung unsur seperti seks bebas,feminisme,pemberontakan jiwa,kehidupan yang ‘nyeleneh’ yang dibungkus dengan kategori bahasa marketing ‘metropop’, ‘chicklit’ atau apalah. Tina K yang sebelumnya dikenal sebagai cerpenis di majalah Anita Cemerlang, dan beberapa media lain, hadir dengan berani mengusung tema yang jarang disentuh; kesederhanaan dan bersahaja.
Buku yang berisi delapan belas cerita wanita lajang kota metropolitan, tidak lantas dengan serta merta akan dibandingkan dengan buku yang tidak jauh-jauh yang juga mengambil kata lajang dalam judulnya yang sudah terbit sebelumnya, apalagi kalau bukan Parasit Lajang-nya Ayu Utami. Karena meskipun sama-sama mengambil kata lajang, kedua buku ini sangat berbeda satu sama lain.
Membaca buku kumpulan cerita pendek, mengandung resiko; seperti mudah lupa nama tokoh yang sedang dibaca, karena begitu banyaknya nama dalam setiap cerita-cerita yang hadir dengan beragam pesan yang disampaikan dalam setiap cerita. Akan tetapi juga sedikit memudahkan karena untuk setiap cerita yang habis dibaca, pembaca tidak akan merasa ‘kepikiran’ tentang kelanjutan cerita, jika belum tuntas seluruh halaman buku seperti membaca sebuah novel yang ceritanya lebih panjang.
Dan meskipun memakai embel-embel “metropolitan” kita tidak akan pernah menemukan kehidupan hedonisme, memuja-muja merk baju atau sepatu, pamer gadget-gadget terbaru, clubbing, party sampai pagi atau kehidupan yang biasa kita jumpai sebagai simbolisasi dari “metropolitan”.
Kedelapan belas cerita dari Tina K, malah lebih ke arah kesederhanaan, bermain-main dengan perasaan dan mengunggulkan dialog-dialog antar tokoh yang lugas selain memiliki benang merah, ceritanya tentang wanita lajang. Hal ini menjadikan buku Tina K, lebih seperti segelas ‘air putih’ di sebuah pesta nan ramai, sementara gelas-gelas lain berisi minuman aneka rasa yang menawarkan sensasi yang kadang dibicarakan secara berlebihan.
Laki-laki Beraroma Rempah-Rempah adalah salah satu judul cerita pendek yang ada di dalam buku ini. Bercerita tentang seorang laki-laki yang menurut tokoh utamanya, dia bernama Tjandra. Tjandra memiliki hampir semua kesempurnaan sebagai laki-laki mapan idaman para wanita, dan dia mempunyai aroma yang menurut si tokoh beraroma seperti rempah-rempah, sedangkan si tokoh utama (yang tak disebutkan namanya) adalah wanita yang merasa dirinya kurang sempurna secara fisik, tidak seperti wanita-wanita dalam iklan atau model majalah. Tetapi Tjandra memandangnya sebagai sosok yang pantas untuk mendampingi hidupnya. Tentu ada alasan kenapa Tjandra memilihnya.
Sayangnya dalam kesederhanaan cerita-cerita yang menjadi kelebihan dalam buku ini, Tina K kadang masih belum bisa lepas dari kutukan terbesar yang sering menghinggapi penulis kita; klise. Pada beberapa cerita juga masih terasa sangat datar dan nyaris tanpa konflik. Seperti yang terdapat dalam cerita keenam yang berjudul Sentuhan Sayap Kupu-kupu (hal. 69-81). Dalam kisah keenam ini, terdapat dua tokoh utama Petra dan Leo. Petra adalah gadis yang sedang menempuh kuliah, dia tinggal di rumah orang tua Leo yang merupakan teman karib Ibu Petra. Sedangkan Leo yang tampan dan cerdas sedang menempuh kuliah di Perancis dan setahun lagi akan selesai. Leo dikisahkan pulang ke Indonesia selama dua minggu. Dan bertemu dengan Petra yang dulu, jauh sebelum Petra kuliah dan ikut tinggal di rumah itu pernah akrab sekali dengan Leo saat kecil dan masih suka digendong-gendong. Cerita bergulir dan saat akan kembali ke Perancis Leo melamar Petra dan Petra mau menerima Leo begitu saja.
Segalanya begitu indah, tapi justru di situlah masalahnya. Bagaimana memberi konflik pada manusia-manusia yang sudah sedemikian mapan dan baik-baik ini? Inilah jebakan terbesar yang justru Tina K terperangkap di dalamnya.
Namun begitu, beberapa cerita lain juga masih menyisakan rasa yang memainkan perasaan kita, seperti Badai Siang Hari (hal.19-30), Melintas Sunyi (hal.45-53) dan masih banyak lagi. Dan tidak adanya simbol-simbol waktu (jaman) yang terdapat dalam kisahnya, membuat cerita dalam buku kumpulan cerpen ini bisa dibaca sepanjang masa. Kekuatan Tina K sebagai pencerita yang tidak menggebu-gebu juga merupakan salah satu kelebihan tersendiri selain tidak mengumbar kata-kata rayuan dalam kisah-kisahnya.
Jika Anda ingin menikmati ‘segelas air putih’ yang melegakan tenggorokan di antara riuhnya pesta yang menawarkan minuman aneka rasa, buku Tina K adalah salah satunya.
Resensi Pembaca
Kita Daiajak Masuk dalam Kehidupan Wanita Lajang Oleh: kurniawan - 16 July 2009
Membaca Kumpulan Cerpen “Laki-laki beraroma rempah-rempah” dari Tina K atau nama FB-nya Magi Luna ini kita seakan di ajak untuk masuk dalam kehidupan para wanita lajang dengan segala problematika cintanya di kota Metropolitan. Dari 18 cerita pendeknya semuanya mengalirkan cerita yang begitu memukau tentang para wanita lajang dalam menyikapi cinta dengan setting kota metropolitan, dari sudut pandang seorang wanita.
Teman saya Tina K, lahir dan besar di semarang, dan kuliah di Akses Tarakanita Jakarta. Sejak SMA hingga tamat kuliah dan bekerja, banyak menulis tentang kisah perjalanan sesuai hobbynya yang suka traveling, juga sering menulis cerpen, novelette, dan puisi. Tulisannya banyak di muat di kumpulan cerpen Anita cemerlang, juga tersebar di majalah Gadis, Femina, Halo, Cinta, Aneka, Kawanku, dan Kartini. Buku kumpulan cerpen ini adalah kumpulan cerpennya yang pertama.
Membuat sebuah cerpen adalah tidak mudah, karena begitu cerita di mulai tugas pengarang adalah bagaimana Pembaca tidak berhenti membaca dan tetap setia menyusuri jalinan cerita sampai selesai. Di sinilah kita temukan kekuatan atau kepiawaian Tina K dalam menulis cerpen, pembaca seakan dihadapkan pada impuls naratif yang memancing daya imajinasi dan juga hanyut seakan pembaca merasa ada di dalam cerita tersebut.
Dengan deskripsi tentang detail baik suasana maupun tempat yang diceritakan dengan mengalir indah, dialog antar tokoh-tokohnya yang saling bertautan, juga bangunan konflik yang di bangun, bisa untuk memancing daya emosi dan imajinasi pembaca seakan kita sendiri yang sedang mengalami jatuh cinta atau patah hati yang ada pada jalinan cerita tersebut. Selain itu ending yang sering yang terduga membuat pembaca tidak saja setia untuk menyusuri kata dan kalimatnya tapi bahkan bisa larut di dalamnya.
Dibuka dengan Cerpen berjudul “laki-laki beraroma rempah-rempah”, kita dihadapkan bahwa bagaimana seorang wanita yang “biasa” dan sudah terbiasa dengan wajah dan bentuk tubuhnya yang gendut, berusaha untuk menjadi wanita seperti dalam iklan yang cantik dan langsing karena jatuh cinta pada seorang yang tampan dan manly sekali. Sebuah gambaran tentang realitas yang sering kita jumpai.
Dalam “badai siang hari” tema tentang cinta segi tiga yang coba ditawarkan. Dilanjutkan dengan “Di ujung Pelangi” yang berkisah tentang kecantikan wanita tidaklah hanya pada apa yang tampak tapi juga pada inner beauty, otak yang cemerlang, sifat, dan sikapnya. yang menarik dari kumpulan cerpen ini adalah ada puisi-puisi juga yang terselip di antara cerpen-cerpen yang ditampilkan, seperti Puisi di bawah ini:
Rinduku padamu adalah sungai tak bermuara, Di pusarannya, Hatiku, Sekarat.
Ada juga cerpen dengan judul “gaun kembang rumput dari alia’ yang berisi tentang kepedihan seorang gadis yang menderita penyakit ginjal dan harus selalu melakukan cuci darah, tapi dalam sisa hidupnya ingin mempersembahkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, sungguh cerita yang sangat kontemplatif. Dan juga dengan lagi maraknya Facebook ada juga cerpen yang mengisahkan betapa lewat Facebook bisa terjadi romantika percintaan seperti dalam cerpen “ Cermin yang retak”.
Secara keseluruhan 18 cerpen ini, pengarang berhasil untuk menjaga ritme cerita sehingga pembaca akan dihadapkan pada kejutan-kejutan. Dan juga dengan gaya bercerita yang mengalir meskipun ada letupan-letupan perasaan para tokohnya, membuat ceritanya enak untuk dibaca dan dinikmati. Dan sesuatu yang dapat kita petik dan renungkan dalam kumpulan cerpen-cerpen ini adalah sepahit apapun hidup kita, kejujuran adalah hal yang utama.
Selamat menikmati cerpen-cerpen dari Tina K ini, yang sekarang sudah tersedia di toko-toko buku.
Madiun, 08/07/2009 Arif Gumantia Juru tulis yang suka nasi pecel