Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
TUAN LEONOWENS SP DI ANTARA MAESTRO SASTRA DUNIA
Penulis: Inge Putri Darmawansyah
Sungguh saya tidak habis berpikir kepada kedahsyatan tulisan sastrawan dunia Leonowens...
Buku ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman flex yang merupakan sebuah era baru teknologi internet yang kaya dan interaktif. Pembahasan buku ini meliputi pengenalan pemrograman flex beserta contoh...
Bagaimanakah cara menyelesaikan 43-8? Pada umumnya anak-anak diajarkan berhitung mundur, maka yang dilakukan adalah mundur dari 43 yaitu 42, 41, 40 ... 35. Angka terakhir yang disebutkan itulah jawabannya.
Sudah tepatkah cara berhitung di atas? Cara tersebut efektif untuk pengurangan angka kecil saja. Apabila angka besar, berhitung mundur menjadi tidak efektif, bahkan bisa menyulitkan anak-anak. Berhitung mundur dilakukan untuk memahami urutan dan posisi bilangan.
Lalu, bagaimana belajar matematika yang benar? Pembelajaran matematika adalah membentuk logika berpikir bukan sekadar pandai berhitung. Berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu, tetapi menyelesaikan masalah perlu logika berpikir dan analisis.
Karena itu, dalam belajar matematika, anak-anak harus memiliki pemahaman yang benar dan lengkap. Pembelajaran matematika yang benar bisa dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari-hari, yang disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Lalu, anak-anak diminta untuk memodelkan dengan model mainan: balok, stik es krim, atau model gambar.
Buku ini mengajak anak-anak menemukan cara cepat dan mudah dalam menyelesaikan berbagai soal matematika dengan metode pemodelan secara menyenangkan.