Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
pokoknyaaa.. buku jingga dan senja tuh buku yang paling-paling-paling-paling kereeeeeen!!!!!! (maap heboh) heheh baru aja gue abisin baca tu buku.
ceritanya itu (versi pandangan gue) tentang...
Aku suka alur ceritanya yang cepat, sehingga novel ini jadi lebih seru daripada Twilight. Pengarangnya (Cassandra Clare) juga memasukkan demonology dari bermacam-macam budaya di sini, jadi lebih...
Tanpa disadari, ternyata Bobi sangat merindukan sahabat kecilnya, Dydy. Kerinduan itu terbawa hingga ke alam mimpi. Dua puluh lima tahun terpisah, tak disangka ia bisa bertemu kembali dengan Dydy. Tetapi, pertemuan mereka membuahkan segudang masalah pelik. Hati Bobi diselimuti perasaan cinta pada sahabatnya.
Sementara itu, Dydy mengalami dilema. Ia tak siap menerima limpahan cinta Bobi. Karena ia merasa tak mampu terlibat dalam percintaan sejenis. Terlebih Dydy adalah pria beristri dengan dua orang anak perempuan. Tak masuk akal rasanya bila ia harus meninggalkan istri dan anaknya demi Bobi.
Namun, seiring perjalanan waktu, Dydy tak berdaya. Ia tak mampu melepaskan diri dari jerat cinta sahabatnya. Bobi membuatnya merasa nyaman dengan curahan cintanya. Terlebih ketika kondisi rumah tangganya sedang berada di ujung tanduk, Bobi dan Dydy semakin saling membutuhkan. Lalu, apakah mereka bisa bersatu di tengah semua halangan yang menghadang?
Pada saat pertama kali saya melihat buku ini di suatu toko buku, saya langsung mengambilnya dan melihat sinopsisnya, memang dari tulisannya saya melihat sesuatu yang cukup bisa menarik perhatian orang dengan munculnya buku ini. Gusnaldi adalah orang yang hebat, bukan hanya karena karyanya dalan dunia make up ataupun hair style, namun Gusnaldi juga mampu memberikan sesuatu yang lebih yaitu dengan integritasnya dia mampu melahirkan sebuah buku yang berjudul Pria Terakhir.
Saya cukup terharu saat membaca buku ini, buku ini sudah membukakan mata setiap pembacanya bahwa masih banyak hal yang tidak diketahui di dunia ini. Mengenai adanya cinta sejenis yang dikemas dalam suatu karya tulis yang mengagumkan.
Terakhir, selamat buat Gusnaldi yang telah meluncurkan buku pertamanya, semoga buku ini bisa bermanfaat bagi semua orang dan membukaan wawasan setiap kita.