Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada Pelanggan, maka seluruh staff akan menjalankan training diluar kota pada tanggal 26 - 30 Januari 2010. Oleh karena itu, selama masa training, order akan diproses dan dikirim pada tanggal 1 Februari 2010.
Menguak Jiwa Penyair Perempuan di Dunia Maya
Oleh: Kurniawan Junaedhie
Kriteria apa yang dipakai untuk memuat puisi para penyair yang ada di Facebook ke dalam buku ini? Tidak ada. Malah...
Sepengetahuan saya sebagai pengamat mass media public di Europe, penerbitan buku 'Padang 7,6 Scale Richter' diperbincangkan hangat dan memukau di kalangan sasterawan dan universiti negeri tenggara...
Dengan gaya bahasa yang lugas, tajam, dan kaya akan data, berdasarkan wawancara mendalam dengan lebih dari 20 informan, Prof. Dr. Tjipta berhasil mengungkap sisi lain dari berbagai peristiwa penting di tanah air, seperti ketakutan Soekarno akan jarum suntik, pemberedelan media pasca Malari 1974, tragedi 27 Juli 1996, dendam Soeharto pada Habibie, upaya mencopot Panglima TNI, impeachment terhadap Gus Dur, dendam Megawati pada SBY. Dan masih banyak hal lain yang selama ini belum banyak diketahui oleh publik.
Dari berbagai informasi yang berhasil direkam oleh penulis, kita sungguh bisa belajar banyak, bukan hanya soal watak dan kepemimpinan, tapi juga soal gaya komunikasi seperti apa yang perlu kita kembangkan sebagai pemimpin. Cara-cara berkomunikasi kita akan sangat mempengaruhi reaksi publik: bisa membuat kita disegani dan dihormati atau sebaliknya dicaci maki dan dimusuhi.
Yang jelas, buku ini tidak hanya menyuguhkan hal-hal baru yang menarik dan menggelitik, tapi juga akan membuat kita tersenyum kecut, tertawa geli, setengah tidak percaya, mengangguk-angguk setuju... atau berefelksi diri mengenai cara kita sendiri dalam berkomunikasi.
Buku ttg politik bisa menarik juga ternyata Oleh: ANgel - 11 November 2009
Biasanya saya malas membaca buku dengan tema politik. Tapi waktu tanpa sengaja saya melirik cover buku ini, saya agak tertarik. Keeenam profil presiden Indonesia ditampilkan dengan mengutip kalimat-kalimat khas mereka.
Soekarno: "Gooi Mij Eruit"
Soeharto: "Daripada yang mana melakuken siapanya padanya..."
Habibie: "Masak orang pintar bisa keliru?!"
Megawati: "Sudah ya, kamu aja yang mutusin"
Gus Dur: "Gitu aja koq repot..."
SBY: "?!"
Kutipan-kutipannya betul-betul memancing rasa penasaran saya. Memang apa sih artinya "Gooi Mij Eruit"? Trus kenapa SBY cuma dikasih tanda tanya dan tanda seru? :)
Prof. Dr. Tjipta Lesmana, sebagai seorang ilmuwan komunikasi, mengulas gaya komunikasi politik keenam presiden kita tersebut. Meskipun sebetulnya ini buku "serius", tapi gak membosankan karena di sana sini si penulis mengutip cerita dari para narasumber (kebanyakan menteri) yang pernah bekerja bareng dengan Pak Harto, Habibie, Mega, Gus Dur, dan SBY.
Saya serasa mengintip ke dalam bilik pribadi dunia elite politik, mendapati bahwa Megawati segitu antipatinya sama SBY, atau Habibie yang ternyata benar-benar pintar meskipun selama dia memerintah sepertinya di-under estimate, bahkan pola tidurnya Gus Dur. Bagaimana cara marahnya presiden-presiden itu, cara mereka bereaksi terhadap kritik, ternyata ya manusiawi juga.
Selagi membaca buku ini saya berulang kali nyengir atau membatin sendiri... "Oooohh ternyata begitu tho". Kadang saya geli (dan heran) dengan ulah beliau-beliau para pemimpin negara ini, tapi kadang juga kagum.
Acungkan jempol deh untuk buku ini! Highly recomended.