Aq suka buku ini, sangat memperlihatkan segala sifat dasar manusia, yang ingin tetap muda, suka uang, dan segala macam jenis kejahatan yang walaupun di masa depan tetap terlihat menggoda.
Cuma...
Kalau seandainya aku mati, aku berharap menjadi seekor kunang-kunang. Aku akan terbang menemani malam. Aku tak kan kesepian lagi karena alam akan menjagaku di setiap langkah hidupku...
Itulah ucapan Bayu yang masih terngiang-ngiang di telinga Kiki. Bayu yang telah pergi dan meninggalkan Kiki dalam sebuah kesenyapan tanpa batas. Rasa cinta dan sayang Kiki terhadap Bayu tak mudah menguap oleh waktu. Dia terus ada dan terus ada. Bagai kunang-kunang yang yang datang tiap malam memberi terang pada malam-malam yang Kiki lewati.
Akankah Kiki terus hidup dalam kenangan?
Kisah kasih Kiki dan Bayu dengan latar Kota Medan dan pegunungan Brastagi, seakan membawa pembacanya untuk sejenak menengok keindahan Danau Toba dan segala keindahan alam yang ada di kepulaun Sumatra. Terhanyut dalam perjalanan dan kisahnya yang mengalir dengan lembut.