Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
TUAN LEONOWENS SP DI ANTARA MAESTRO SASTRA DUNIA
Penulis: Inge Putri Darmawansyah
Sungguh saya tidak habis berpikir kepada kedahsyatan tulisan sastrawan dunia Leonowens...
Buku ini menjelaskan dasar-dasar pemrograman flex yang merupakan sebuah era baru teknologi internet yang kaya dan interaktif. Pembahasan buku ini meliputi pengenalan pemrograman flex beserta contoh...
Setelah Fidel Castro (Kuba), Hugo Chavez (Venezuela) dan Mahmoud Ahmadinejaad (Iran), Juan Evo Morales Ayma muncul sebagai salah satu pemimpin negara yang dengan gagah berani menentang kesombongan dan arogansi Amerika Serikat. Presiden Bolivia ini telah menunjukkan bagaimana sebuah negara tidak bisa seenaknya diinjak-injak oleh para pemilik modal dan menjadi kepanjangan tangan dari imperialisme barat. Ia mampu bersikap keras dan tegas terhadap kekuatan-kekuatan yang berusaha untuk menindas rakyatnya.
Morales melakukan cara-cara untuk mengangkat harga diri bangsanya tanpa rasa takut maupun cemas, karena ia yakin bahwa rakyat akan selalu berada di belakangnya sepanjang dia benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat. Morales menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus lebih memilih berjuang dan mengabdi untuk kepentingan rakyatnya ketimbang tunduk pada sebuah kepentingan asing. Bermodalkan kepercayaan rakyat yang memilihnya dalam Pemilihan Umum, Evo Morales dengan gaya kepemimpinan yang lugas berhasil mengakhiri dominasi asing dalam pengelolaan sumber daya alam di negaranya hanya dalam waktu sekitar 10 bulan.
Tak cukup di situ saja, ia juga menunjukkan keperpihakannya kepada rakyat dengan melakukan berbagai kebijakan populis seperti melegalkan koka, redistribusi lahan, dan berbagai kebijakan sosial dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hak-hak asasi manusia untuk rakyat miskin. Bahkan, ia juga melakukan pemotongan separuh gajinya untuk dialokasikan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Sebuah teladan yang tentunya bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin negara-negara lain untuk mengelola negaranya termasuk juga Indonesia.