Sophie dan Josh Newman tiba di London, bersama Nicholas Flamel, untuk mencari seseorang yang dapat mengembangkan kemampuan sihir mereka. Namun, London adalah kota kekuasaan Dr. John Dee. Tak ayal kedatangan mereka segera disambut oleh sergapan makhluk-makhluk suruhan Dee...
Seri Asmaul Husna bertujuan menanamkan moral dan nilai agama dengan mengenalkan 99 nama Allah.
Materi dikemaskan dalam bentuk aktivitas menebalkan garis dan mewarnai kaligrafi Asmaul Husna. Kegiatan ini diharap dapat merangsang perkembangan kogni ...
Masakan daerah atau tradisional saat ini kian banyak penggemarnya. Buku ini berisi puluhan resep-resep masakan khas daerah dan merupakan salah satu judul dari seri 30 Menu 2 Hidangan Masakan Daerah...
Karya puisi Tina K, adalah karya sastra yang memenuhi kebutuhan jaman dalam perkembangan dan kemajuan sastra modern di Indonesia.
Leonowens SP, Esais dan Sastrawan
Dengan membaca buku ini, dipastikan anda dapat menggunakan fitur-fitur dasar yang umum diperlukan dalam pengelolaan pembukuan perusahaan, yang terdapat di accurate4 dengan lebih maksimal.
Buku yang mengangkat topik medis namun ditulis dari sisi yang berbeda. Penuh konflik perasaan tentang pemberontakan seorang anak yang seumur hidupnya dijadikan 'penopang' hidup sang kakak.
Ketika Isabella Swan pindah ke Forks yang muram, ia bertemu Edward Cullen, cowok misterius sangat memesona yang membuat perasaannya jungkir-balik. Dengan kulit porselen, sepasang mata keeemasan, dan suara merdu memikat...
Menjelajahi lorong-lorong purba bawah tanah, sebuah rahasia maut pun terungkap dan mengancam jiwa Will: koloni bawah tanah yang terlupakan oleh dunia atas. Dipimpin oleh Styx, koloni itu merencanakan sebuah revolusi untuk menyerbu manusia dunia atas.
Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh: Debby Gontha
(Pengusaha dan Penikmat Sastra)
Begitu banyak kisah yang telah terjadi di dalam waktu. Kita menjalani hari-hari dalam waktu. Seringkali kita juga diburu oleh...
Oleh: Dr. Sabariamsyah, S.Pd, M. Hum
(Praktisi Pendidikan di Jepang)
Berbagai peristiwa penting atau berkesan dalam kehidupan, menjadikan setiap orang akan selalu berbeda cara dalam...